BaliBencana AlamBeritaDaerahLingkungan Hidup

Tim SAR Sisir Sungai Bilukpoh, Pencarian Korban Banjir Jembrana Masih Berlanjut

Jbm.co.id-JEMBRANA | Upaya pencarian terhadap korban yang hilang akibat terseret arus banjir di Sungai Bilukpoh, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, terus dilanjutkan oleh Tim Gabungan hingga Kamis, 13 November 2025.

Personel dari Basarnas, BPBD Jembrana, Polsek Mendoyo, TNI, serta masyarakat setempat melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang aliran Sungai Bilukpoh hingga pesisir Pantai Delod Berawah. Pencarian difokuskan pada satu korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

“Ya, pencarian masih kita lakukan dengan melibatkan tim gabungan. Tapi hingga menjelang siang korban belum berhasil ditemukan,” terang Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika, Kamis, 13 November 2025.

Sebelumnya, peristiwa naas itu terjadi pada Rabu sore, 12 November 2025, saat sejumlah pekerja proyek mandi di Sungai Bilukpoh usai bekerja. Meski sudah diingatkan warga untuk tidak mandi karena kondisi hujan dan rawan banjir, para pekerja tetap turun ke sungai.

Tak lama kemudian, banjir datang secara tiba-tiba dengan arus deras yang menyeret beberapa pekerja. Dua orang hanyut terbawa arus, sementara satu orang berhasil menyelamatkan diri namun sempat tidak sadarkan diri.

Korban yang selamat kini menjalani perawatan di Puskesmas Mendoyo dan dikabarkan kondisinya mulai membaik.

Sementara itu, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Delod Berawah, sekitar tiga puluh menit setelah kejadian.

Berikut identitas korban banjir Sungai Bilukpoh, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana:

1. Syahrudy Rizqy Tampu Bolon, laki-laki, asal Surabaya (ditemukan meninggal dunia).

2. Abdurrahman Agus, asal Jombang (belum ditemukan).

3. Moch Riski Nanda Saputra, asal Surabaya (selamat dan dirawat di Puskesmas Mendoyo).

Tim Gabungan berencana melanjutkan pencarian hingga radius lebih luas dengan melibatkan nelayan lokal dan drone pantau cuaca. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dan berpotensi hujan, sehingga operasi dilakukan dengan kewaspadaan tinggi. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button