Tiga Banjar Adat Selat Bangli Gerudug MDA Bali Tak Terima Tata Cara Ngadegan Bendesa Adat di Kantor MDA Bali

Jbm.co.id-BANGLI | Kemelut Desa Adat Selat, Kabupaten Bangli belum juga usai, terlebih dengan viralnya di media sosial menjadi tambah ramai dan hangat suasana Desa Adat Selat.
Terlebih lagi, Bendesa Adat terpilih benar dilantik di Kantor MDA Bali oleh Ida Penglingsir Agung Sukahet tempo hari yang lalu.
Dengan beredarnya video yang viral di media sosial, tiga Banjar Adat yang tidak menerima tata cara Ngadegan Bendesa Adat Selat, lantas mendatangi Kantor MDA Bali.
Salah satu Tokoh Selat yang dari Banjar Adat Selat Kaja Kauh, I Ketut Ngenteg alias Bento menyatakan kedatangannya ke MDA Bali, tidak langsung diterima oleh Majelis Agung, Ida Penglingsir Agung Sukahet yang begitu gagahnya menyatakan menantang bagi siapapun yang tersinggung akan berhadapan dengan “Ratu”.
“Terkait kasus Desa Adat Selat diduga ada permainan di MDA Bali, ada oknum-oknum yang bermain terkait permasalahan Desa Adat,” tegasnya.
Bento siap beradu argumen dengan MDA Bali terlebih Penglingsir Agung Sukahet dimohonkan datang ke Desa Adat Selat, supaya paham permasalahannya yang sebenarnya, jangan mengandalkan bawahan saja, karena ada beberapa hal pertanyaan yang tidak bisa dijawab.
Dalam pertemuan di MDA Bali, pihaknya diterima Penyarikan Bidang Hukum.
Namun, kedatangan yang kurang lebih ada 50 orang dari tiga Banjar Adat, yang bisa diterima cuma 10 orang saja.
“Kenapa ada perbedaan terkait penerimaan warga masyarakat, ada apakah ini??? Yang jadi pertanyaan warga ke MDA kenapa pada saat golongannya I Ketut Pradnya yang menjadi sumber permasalahan ini yang notabene Bendesa terpilih yang belum bisa diterima dari unsur lapisan 3 banjar adat bisa masuk ke dalam ruangan dengan banyak orang, ada apakah ini,” tanyanya.
Bento selaku Tokoh Adat Selat Kaja Kauh yang sebagai mantan Kelihan Adat Selat Kaja Kauh memahami persis permasalahan yang terjadi di Desa Adat Selat.
Bahkan dari dulu warga Desa Adat Selat secara keseluruhan 3 banjar menghendaki MDA Bali turun ke lapangan, bahkan sudah sempat pernah diundang ke Desa Adat Selat, supaya mau memberikan pembinaan terkait Perda 4 yang mengatur terkait Desa Adat dan tata cara Ngadegang Bendesa.
“Apa isi dari Perda tersebut, namun tidak pernah mau hadir dari MDA Bali, termasuk MMDA Kabupaten dan kecamatan, lantas apa tugas dari MDA tersebut,” terangnya.
“Jangan menerima informasi sepihak MDA , ayo turun Ida Penglingsir Agung Sukahet, kami pasti menerima dengan baik, karena tujuan kami mulia untuk membenahi Desa Adat kami di Selat, jangan kami dibentur-benturkan seperti ini, terhadap MDA Bali, kami mohon Bapak turun ke Selat temui kami. MDA sebagai pembina desa adat mana buktinya Bapak membina desa adat,” sambungnya.
Kasus Desa Adat Selat sudah berkepanjangan, sehingga pihaknya berkeinginan masalah Desa Adat Selat ini diselesaikan dengan baik terkait Ngadegan Bendesa dan meminta MDA mau bertanggung jawab apa bila terjadi hal yang tidak diinginkan di Desa Adat Selat.
“Mohon MDA berpikir secara arif dan bijaksana untuk menengahi masalah adat di Delat ini, karena besar kemungkinan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mohon MDA pikirkan itu,” paparnya.
Diakhir perkataan, I Ketut Ngenteg alias Bento siap memaparkan semua permasalahan adat di Desa Selat ini jangan MDA duduk manis di gedung yang ber-AC. (S Kt Rcn).




