Terobosan Baru Cegah Stunting, BPSIP Bali Bantu Benih Padi ke Subak Tegalalang Bangli

Jbm.co.id-BANGLI | Petani di Subak Tegalalang, Bangli patut berbangga. Betapa tidak, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Kementerian Pertanian memberikan bantuan benih padi yang memiliki beragam keunggulan kepada Subak Tegalalang Bangli, Senin, 20 Januari 2025.
Bantuan diserahkan I Made Sukadana mewakili Kepala BPSI Bali, diterima Kelihan Tegalalang Bangli, Sang Ketut Rencana. Jumlah bantuan berjumlah 25 Sak, untuk 10 hektar.

Kepala BPSIP Bali diwakili Made Sukadana, usai menyerahkan bantuan tersebut, kepada wartawan jbm.co.id mengatakan, bahwa benih tersebut adalah Inpari IR Nutri Zinc. sebagai varietas padi yang dikembangkan untuk mencegah stunting dan meningkatkan kecerdasan anak.
Dijelaskan pula, bahwa kekurangan sinc dalam tubuh dapat menyebabkan stunting yaitu gangguan pertumbuhan pada anak sehingga memiliki ukuran tinggi badan lebih rendah dari standar usianya.
Lebih lanjut dikatakan, keunggulan benih ini adalah daya kecambahnya 90 persen, dengan kemurnian benih 99,3 persen tahan wereng batang coklat, blas dan tungro. Sementara potensi produksi sekitar 9,98 ton/ ha.
Untuk di Bangli, baru dua Subak yang diberikan bantuan benih varietas tersebut.
Pertama kepada Subak Bunutin, Kecamatan Bangli dan kedua, Senin, 20 Januari 2025 kepada Subak Tegalalang.
Ditambahkan, benih ini sudah diterapkan ditanam di areal subak di Tabanan. Katanya Tabanan dan Bangli memiliki karakter wilayah yang mirip, maka produksinya bakal mirip dengan Tabanan.
“Kepada petani melalui Kelihan Tempek Tegalalang Bangli kami berharap untuk dibudidayakan dengan metode yang sama dengan varitas padi yang lainya,” paparnya.
Saat itu, juga hadir petani di Tempek Sang Made Agustawan dan juga Lurah Kawan Bangli I Nengah Budiarsa SPd.
Lurah Kawan Bangli I Nengah Budiarsa
mengucapkan terima kasih kepada BPSIP Bali yang telah memberikan bantuan benih padi varietas unggul.
Diharapkan, dengan benih padi dengan produksi tinggi serta keunggulan lainnya dapat menstimulasi masyarakat untuk berminat jadi petani( bertani).
“Mudah-mudahan dengan ini petani mengurungkan niatnya menjual lahannya lalu aktif kembali bertani,” harapnya. (S.Kt Rencana).




