Sosok Ibu Inggar Dibalik Aksi Donor Darah eL Hotel & Resort Bali Sanur Bersama PDDI Bali Gencarkan Aksi Kemanusiaan Rutin Tiap 3 Bulan

Jbm.co.id-DENPASAR | eL Hotel & Resort Bali Sanur menggagas program sosial aksi kemanusiaan lewat Manager SDM Ibu Inggar.
Kemudian, eL Hotel & Resort bergerak cepat dan dinamis melakukan upaya sehat pada semua karyawan.
Apalagi, Ibu Inggar terkenal sebagai sosok yang sangat luar biasa bekerja tanpa lelah mengajak semua pihak untuk berdonor darah.

Tak hanya itu, Ibu Inggar adalah sosok seorang ibu yang semangat dan dedikasinya untuk kemanusiaan tak bisa diragukan lagi.
Ibu Inggar sendiri menjadi To Be melakoni kesempatan berdonor darah bagi staf dan Management di Hotel El & Resort Sanur Bali.
Demikian mengemuka, saat eL Hotel & Resort Bali bersinergi dengan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Provinsi Bali melakukan aksi donor darah menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81 di Taksu Meeting Room, eL Hotel & Resort Bali, Sanur, Denpasar, Jumat, 7 Agustus 2026.
Pada kesempatan tersebut, Ibu Inggar terus menggencarkan gerakan donor darah rutin untuk menjaga ketersediaan stok darah di Bali.
“Kami dari eL Hotel & Resort Bali merasa senang dan tetap membuat jadwal donor darah di tiga bulan berikutnya,” kata Ibu Inggar.
Kegiatan tersebut selaras dengan salah satu program Goes to Hotel PDDI Bali yang menyasar kawasan pariwisata.
Ketua PDDI Provinsi Bali Ketut Pringgantara menyatakan eL Hotel & Resort Bali dan PDDI Bali menggaungkan program donor darah. Kali ini, sebanyak 50 orang mengikuti donor darah di eL Hotel & Resort Bali.
“Kami dari PDDI Bali juga lakukan donor darah di Hotel el and Resort Sanur. Itu peserta donor 50 orang sebagai salah satu program PDDI Bali, yakni Goes to Hotel,” kata Ketut Pringgantara.
Menurutnya, program Goes to Hotel menjadi salah satu strategi PDDI Bali untuk memperluas partisipasi donor darah. Sasaran program tidak hanya manajemen dan staf hotel, tetapi juga tamu, termasuk wisatawan mancanegara yang berada di kawasan pariwisata Bali.
Melalui program tersebut, donor darah diharapkan tidak hanya dilakukan ketika stok darah sedang menipis atau terjadi kondisi darurat. PDDI Bali ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa donor darah dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
“PDDI Bali angat aktif menggalang aksi kemanusiaan dan mendorong donor darah menjadi gaya hidup (lifestyle) di Bali,” terangnya.
Ketut Pringgantara mengatakan, edukasi mengenai donor darah juga terus dilakukan secara langsung kepada masyarakat. PDDI Bali berupaya memperkenalkan donor darah sebagai kegiatan kemanusiaan yang dapat dilakukan secara rutin dan sukarela.
“Kami kerap hadir langsung untuk memberikan sosialisasi bahwa donor darah dapat menjadi lifestyle sehat yang bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk wisatawan mancanegara yang sedang berlibur,” terangnya.
Jaga Stok Darah untuk Pasien
Gerakan donor darah secara rutin dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI. Ketersediaan darah sangat dibutuhkan untuk berbagai kondisi medis yang membutuhkan transfusi darah.
PDDI Bali memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan darah bagi pasien leukemia, kanker, ibu melahirkan, hingga korban kecelakaan yang menjalani perawatan di rumah sakit di Bali, termasuk RSUD Prof. Ngoerah Denpasar.
Selain menyasar lingkungan hotel dan kawasan pariwisata, PDDI Bali juga memperluas edukasi kepada generasi muda. Institusi pendidikan, mahasiswa, dan kelompok milenial menjadi bagian dari sasaran program tersebut.
“Kami juga sasar generasi muda mennggandeng institusi pendidikan, mahasiswa, dan kaum milenial untuk membentuk karakter positif dan menjauhkan mereka dari dampak negatif seperti narkotika,” kata Ketut Pringgantara.
PDDI Bali berharap kebiasaan donor darah dapat tumbuh menjadi gerakan sosial yang dilakukan secara konsisten. Donor darah diharapkan tidak hanya muncul ketika ada keluarga atau kerabat yang membutuhkan transfusi darah.
Ketut Pringgantara mendorong masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai aktivitas sukarela yang dilakukan secara berkala setiap dua hingga tiga bulan sekali.
Hotel Jadi Mitra Perluasan Donor Darah
Kolaborasi dengan jaringan hotel dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas basis pendonor di Bali. Selain jumlah tenaga kerja yang besar, hotel juga menjadi tempat berkumpulnya wisatawan dari berbagai daerah dan negara.
“Dengan jaringan hotel yang luas, program ini diharapkan mampu mengamankan pasokan kantong darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI. Stok yang stabil sangat krusial bagi pasien leukemia, kanker, ibu melahirkan, serta korban kecelakaan di rumah sakit seluruh Bali tanpa harus membebani keluarga pasien untuk mencari pendonor pengganti,” tutupnya.
Melalui program Goes to Hotel, PDDI Bali berharap semakin banyak pelaku industri pariwisata yang terlibat dalam gerakan kemanusiaan. Donor darah juga diharapkan menjadi kebiasaan positif yang tumbuh ditengah masyarakat maupun wisatawan selama berada di Bali. (ace).




