SMSI Bali Siapkan Aksi Tanam 1.000 Mangrove di Tahura Ngurah Rai, Serangkaian HPN 2026

Jbm.co.id-DENPASAR | Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali mempersiapkan aksi lingkungan berupa penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026 yang diperingati setiap 9 Pebruari.
Aksi penanaman mangrove SMSI Bali bakal dijadwalkan berlangsung di Arboretum Tahura Ngurah Rai, Senin, 9 Maret 2026.
Areal tersebut dikenal sebagai pusat konservasi sekaligus edukasi tanaman mangrove di Bali.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas lingkungan Jaringan Jurnalis Peduli Sampah Bali (J2PS) serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.
Selain itu, ratusan wartawan dari media yang tergabung dalam SMSI Bali juga akan ikut ambil bagian dalam aksi pelestarian lingkungan pesisir tersebut.
Ketua J2PS Agustinus Apollonaris KD yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia kegiatan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap kondisi lingkungan yang tengah menghadapi berbagai ancaman kerusakan.
“Jadi, wartawan bukan saja menulis berita tentang lingkungan dan kerusakan yang ada, tapi juga terlibat langsung dalam konservasi dengan melakukan hal kecil seperti menanam mangrove,” kata Agustinus Apollonaris, Kamis, 5 Maret 2026.
Menurutnya, kawasan hutan mangrove di Tahura Ngurah Rai selama ini dikenal sebagai ekosistem pesisir yang luas dan hijau. Namun, tanpa perhatian serius, kawasan tersebut tetap berpotensi mengalami kerusakan baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.
Sebagai Wakil Ketua Bidang OKK SMSI Provinsi Bali, Agustinus juga menilai keterlibatan wartawan secara langsung dalam aksi lingkungan akan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya ekosistem mangrove.
Hal itu diharapkan berdampak pada kualitas karya jurnalistik yang dihasilkan. Sebanyak 1.000 bibit mangrove yang akan ditanam disiapkan oleh UPT Tahura Ngurah Rai di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali.
“Yang terpenting kita tidak hanya menanam tapi merawat yang sering jadi masalah ketika menanam dan akhirnya lepas tanpa perawatan. Kepada teman-teman media SMSI Provinsi Bali, saya mengimbau untuk hadir turun menanam mangrove,” ujarnya.
Sejumlah perusahaan dan lembaga turut mendukung kegiatan ini, diantaranya Bank BPD Bali, Angkasa Pura Supports, Jasa Marga Bali Mandara, InJourney Airports melalui pengelolaan I Gusti Ngurah Rai International Airport serta Pelindo.
Selain itu, dukungan juga datang dari Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia, ITDC, Rumah Sakit Bhakti Rahayu, Nirwana Textile hingga Bebek Bengil.
“Kita berharap setelah kita tanam, kita masih dapat melihat kembali apa yang sudah kita tanam, andaikata tidak kita pantau itu pasti akan mati, bisa karena kering, terjangan ombak atau terlilit sampah plastik,” kata Agustinus Apollo.
Rencananya, kegiatan penanaman mangrove ini akan dibuka oleh Nyoman Giri Prasta selaku Wakil Gubernur Bali. Aksi tersebut juga melibatkan para pemangku kepentingan di Provinsi Bali serta berbagai pihak swasta yang peduli pada kelestarian lingkungan pesisir.
Agustinus menambahkan bahwa mangrove memiliki peran penting bagi keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.
“Mangrove adalah benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi, sekaligus ekosistem yang menopang perikanan dan kehidupan masyarakat,” kata Agustinus Apollonaris.
Melalui kegiatan ini, SMSI Bali berharap kepedulian terhadap pelestarian mangrove semakin meningkat, sekaligus mendorong kolaborasi antara media, pemerintah, dan sektor swasta dalam menjaga ekosistem pesisir Bali. (red).




