Sekda Maulana Heru Tekankan Literasi Kebencanaan Usai Gempa 6,4 SR: Tenang, Waspada, dan Pahami Jalur Evakuasi
"Alhamdulillah, kondisi di Pacitan relatif terkendali. Ini tidak lepas dari faktor alam maupun kesiapsiagaan yang terus kami dorong kepada masyarakat"

Pacitan,JBM.co.id-Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 Skala Richter yang mengguncang wilayah Pacitan pada Jumat (6/2/2026) dini hari menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan literasi kebencanaan masyarakat.
Menyikapi peristiwa tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terjebak kepanikan berlebihan.
Menurut Sekda Maulana Heru, setiap peristiwa bencana memang berpotensi menimbulkan kerugian, baik materiil maupun korban jiwa. Namun ia bersyukur dampak gempa di Pacitan, meskipun menjadi episenter, tidak separah wilayah lain seperti Kabupaten Bantul, sebagaimana rilis resmi dari BMKG dan BPBD.
“Alhamdulillah, kondisi di Pacitan relatif terkendali. Ini tidak lepas dari faktor alam maupun kesiapsiagaan yang terus kami dorong kepada masyarakat,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Meski demikian, Sekda yang juga menjabat sebagai ex officio Kepala BPBD Pacitan itu menegaskan bahwa ketenangan harus dibarengi dengan kewaspadaan. Ia mengingatkan masyarakat untuk memahami langkah-langkah penyelamatan diri, terutama saat terjadi gempa dengan intensitas besar.
“Ketika gempa kuat terjadi, masyarakat diimbau segera menjauh dari kawasan pantai dan menuju tempat yang lebih aman. Area terbuka atau jalur evakuasi yang telah ditentukan menjadi pilihan utama,” tegasnya.
Imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Wilayah Pacitan yang berada di jalur rawan gempa dan berdekatan dengan zona subduksi selatan Jawa memiliki potensi bencana ikutan, termasuk tsunami. Oleh karena itu, pemahaman terhadap jalur evakuasi, titik kumpul, serta tanda-tanda peringatan dini menjadi bagian penting dari mitigasi bencana.
Sekda Maulana Heru juga menekankan bahwa kepanikan justru dapat meningkatkan risiko korban. Edukasi kebencanaan, latihan evakuasi, serta kepatuhan terhadap arahan pemerintah dan petugas menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana.
“Bencana tidak bisa dicegah, tetapi risikonya bisa dikurangi. Kuncinya ada pada kesiapan dan pengetahuan masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap masyarakat semakin sadar bahwa sikap tenang, waspada, dan teredukasi merupakan modal utama dalam menghadapi potensi bencana alam di masa mendatang.(Red/yun).




