Sekda Maulana Heru, Pasang Alarm Dini Cuaca Ekstrem: “Daerah Rawan Diminta Waspada, Wisata Tetap Terkendali”
"Kesiapsiagaan harus berjalan beriringan dengan ketenangan dan kepatuhan terhadap imbauan resmi pemerintah"

Pacitan,JBM.co.id-Pemerintah Kabupaten Pacitan memasang alarm dini menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah selatan Jawa di awal tahun. Sekretaris Daerah Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan kolektif, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan tanah longsor.
Sebagai pejabat ex officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sekda memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Seluruh perangkat kebencanaan telah disiapkan sebagai bentuk antisipasi menghadapi kemungkinan terburuk akibat faktor alam.
“Langkah antisipasi sudah kami lakukan. Mulai dari kesiapan anggaran, personel, peralatan kebencanaan, hingga paket bantuan darurat apabila terjadi bencana,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Penekanan kewaspadaan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro, agar jajaran pemerintah daerah lebih responsif terhadap dinamika cuaca ekstrem yang kerap memicu bencana hidrometeorologi di Pacitan.
Meski demikian, Sekda mengingatkan masyarakat agar tidak menyikapi situasi dengan kepanikan berlebihan. Menurutnya, kesiapsiagaan harus berjalan beriringan dengan ketenangan dan kepatuhan terhadap imbauan resmi pemerintah.
“Waspada itu penting, tapi jangan panik. Pemerintah daerah sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif secara menyeluruh,” tegasnya.
Di tengah kewaspadaan tersebut, Sekda juga memastikan bahwa aktivitas pariwisata di Pacitan masih berjalan normal. Seluruh destinasi wisata unggulan, termasuk kawasan pantai dan perbukitan, hingga saat ini dinyatakan aman untuk dikunjungi.
Namun ia menekankan, keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas utama. Wisatawan diminta mematuhi arahan petugas di lapangan dan tidak melakukan aktivitas berisiko, terutama di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi.
“Jangan melanggar larangan, seperti berenang di titik-titik rawan. Awasi anak-anak dengan ketat saat berwisata. Keselamatan harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.(Red/yun).



