Pura Kawitan Tangkas Kori Agung Dipadati Ribuan Umat, Situasi Sempat Memanas

Jbm.co.id-KLUNGKUNG | Beredar rumor bahwa semeton Tangkas Kori Agung tidak diperkenankan melakukan persembahyangan oleh pengempon pura karena lokasi masih dalam proses perbaikan, hal tersebut sempat memicu ketegangan.
Ribuan umat dari Buleleng, Karangasem, Nusa Penida, dan berbagai daerah di Bali padati Pura Kawitan Tangkas Kori Agung Pusat untuk melaksanakan persembahyangan di Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Minggu, 9 Agustus 2026.

Polres Klungkung mengerahkan 50 hingga 70 personel gabungan yang disebar di titik-titik strategis untuk pengamanan, pengaturan lalu lintas, dan pemantauan situasi demi menjamin keamanan dan kelancaran umat melaksanakan persembahyangan.
Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat menegaskan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan. “Kami hadir untuk melayani. Tugas kami memastikan seluruh rangkaian persembahyangan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Tempat suci harus kita jaga bersama kekhidmatannya,” tegasnya.
Ditengah kegiatan, suasana sempat memanas saat terjadi dialog antara dua kelompok internal warga Tangkas Kori Agung. Salah satu penglingsir pura yang hadir menjamin bahwa krama yang datang siap bertanggung jawab apabila terjadi kegaduhan.
“Kami hanya sembahyang di areal parkir, bukan di jeroan pura,” ungkap perwakilan umat.

Hal senada disampaikan pengusaha asal Nusa Penida, I Made Wijaya, S.Kom.
“Tujuan semeton datang jauh-jauh dari Nusa Penida dan daerah lain ini hanya satu, yaitu untuk melakukan persembahyangan. Tidak ada maksud lain,” ujarnya.
Menyikapi situasi tersebut, aparat keamanan bersama tokoh adat dan pemangku pura segera melakukan pendekatan persuasif. Dengan mengedepankan musyawarah, akhirnya disepakati dialog dilanjutkan secara terbatas yang hanya melibatkan para tokoh dan pemangku kepentingan.
Dialog terbatas mampu meredam suasana, sementara proses musyawarah berlangsung, ribuan umat lainnya menunggu dengan tertib di area parkiran. Mereka tidak memasuki area jeroan pura dan tetap menghormati proses yang berjalan.
Sinergi antara Polri, tokoh adat, dan masyarakat berhasil mencegah potensi eskalasi. Hingga kegiatan selesai, situasi di sekitar Pura Kawitan Tangkas Kori Agung tetap aman, damai, dan kondusif.
Polres Klungkung menghimbau seluruh umat Kawitan Tangkas Kori Agung agar tetap menjaga persatuan, menghormati dresta adat, dan menyerahkan penyelesaian permasalahan internal melalui jalur musyawarah kekeluargaan.
“Kami berharap segera ada titik terang dari hasil dialog para tokoh. Mari bersama kita jaga Klungkung tetap aman dan harmonis,” tutup Kapolres. (gus jabe).




