Pertama Kali Hibrid, DPC AAI ON Denpasar dan FH Unwar Gelar PPA Angkatan II 2025

Jbm.co.id-DENPASAR | Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Advokat Indonesia Officio Nobile (DPC AAI ON) Denpasar bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) melaksanakan Pendidikan Profesi Advokat (PPA) di Jayasingha Warmadewa Mandapa, Gedung FH Universitas Warmadewa, Denpasar, Jumat, 10 Januari 2025.
Secara resmi, acara PPA Angkatan II dibuka oleh Ketua DPP AAI ON Dr. Palmer Situmorang, S.H.,M.H., secara online dengan salah satu Pemateri PPA adalah Prof. Dr. Gede Made Suardana, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia AAI ON Dewa Agus Satria Wijaya, S.H., M.H., CLA didampingi Sekretaris Gede Darmawan bersama Ketua Panitia FH Unwar I Wayan Werasmana Sancaya, S.H.,M.H., menyampaikan, bahwa acara Pendidikan Profesi Advokat (PPA) pertama kali diadakan secara hibrid, baik offline maupun online, yang dilakukan secara bersamaan antara Denpasar, Bali dan Bandung, Jawa Barat.
Sementara itu, pelaksanaan PPA Angkatan II dimulai dari 10 Januari 2025 hingga 15 Februari 2025.
Pertimbangan dilakukan secara hibrid dilihat dari sisi efisiensi, lantaran banyaknya peminat atau peserta untuk mengikuti Pendidikan Profesi Advokat (PPA).
Menariknya, peserta offline berjumlah 24 orang dan peserta online di Bandung sebanyak 11 orang. Namun, uniknya diikuti oleh seorang Dokter Ahli Kandungan, yang juga bergelar Sarjana Hukum, sekaligus Magister Hukum yang menginginkan berprofesi sebagai Advokat.
“Sebelumnya belum pernah, ini baru pertama kali diadakan hibrid dan PPA ini adalah Gelombang Angkatan II. Jadi, kita sepakat, sementara ini baru pertama kali dengan Bandung, ya kita gelar hibrid,” kata Satria Wijaya.
Sementara itu, Dekan FH Unwar Ni Made Jaya Senastri, S.H., M.H., diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. I Made Aditya Mantara Putra, S.H., M.H., menyatakan, bahwa kerjasama FH Unwar dan AAI ON Denpasar yang sudah terjalin, sejak tahun 2024 bertujuan meningkatkan mutu dan kualitas dari Calon Advokat.
“Jadi, para peserta yang ikut serta di PPA Angkatan II ini, disini tidak hanya meningkatkan kuantitas saja, tetapi juga selalu meningkatkan kualitas,” terangnya.

Disampaikan pula, bahwa pada saat ini mulai mengalami masa agak krisis moralitas. Melalui acara PPA ini diharapkan terlahir Calon Advokat Muda yang bisa mengimplementasikan segala hal yang telah diperoleh.
“Hal itu, Calon Advokat mendapatkan hal baru bagi kita semua untuk menegakkan hukum yang lebih baik lagi,” kata Mantara Putra.
Untuk PPA Angkatan II ini, lanjutnya melibatkan 3 orang Profesor dilihat dari aspek Perdata dan Hak atas Kekayaan Intelektual.
Terkait kerjasama FH Unwar dan AAI ON selama ini, Mantara Putra menyebutkan pihaknya sudah terimplementasi dalam dua kegiatan sebelumnya, lantaran saat pertama kali sudah pernah diadakan semacam Kuliah Umum (Kuliah Tamu) dari Ketua DPP AAI ON Dr. Palmer Situmorang, S.H.,M.H., itu sendiri ke kampus FH Unwar.
“Kemudian, ada pelaksanaan PPA yang sudah terlaksana dengan baik, pada bulan Juli 2024 lalu dan saat ini, sudah kembali kita melakukan kegiatan PPA Angkatan II tahun 2025,” paparnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua DPC AAI ON Denpasar I Gede Wija Kusuma, S.H., M.H., didampingi Ketut Ngastawa, S.H.,M.H., bersama Ketua DPC AAI ON Bandung Dr.Ir. Agus Mulyo Susanto, S.H.,M.H.,M.M.,M.I.P., yang menyebutkan, seorang Advokat disebut Officio Nobile (ON) itu salah satu ciri utamanya adalah berintegritas terhadap dirinya, kasus yang ditanganinya dan kliennya.
“Oleh karena itu, program PPA Gelombang Angkatan II ini sebagai bahan evaluasi kami terhadap PPA Gelombang I yang kami adakan beberapa bulan lalu,” ungkapnya.
Kemudian, lanjutnya acara PPA Angkatan II merupakan bentuk kerjasama AAI ON dengan FH Unwar yang telah berjalan, pada tahun ke-2.
“Kita tandatangani kerjasama itu tahap pertama 3 tahun dan sekarang tahun kedua,” kata Wija Kusuma.
Tak tanggung-tanggung, pihaknya dari AAI ON menjalin kerjasama dengan FH Unwar dengan pertimbangan Unwar itu secara keseluruhan disebut Universitas yang Unggul.
Selain berlokasi strategis dengan memberikan suasana nyaman, FH Unwar ini tidak bisa diragukan lagi kualitas dosennya, dengan banyaknya jumlah mahasiswa.
“Kami mencoba bekerjasama, dalam rangka membangun dan saling membantu antara Universitas Warmadewa dengan kami AAI ON,” tambahnya.
Nantinya saat PPA sudah selesai, untuk menjadi seorang Advokat ini harus mengikuti ujian. Setelah itu, barulah para Calon Advokat ini diangkat oleh organisasi Advokat itu sendiri sesuai Undang-Undang Advokat.
Selanjutnya, pihaknya memohon Penyumpahan sebagai pengakuan Negara kepada Advokat di Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar.
Untuk itu, Wija Kusuma berharap, agar para Pengajar juga ditingkatkan ke S3 dan Profesor.
“Kalau tidak salah, PPA Angkatan I ada kurang lebih 18 Mata Ajar, tetapi untuk sekarang kita tambahkan menjadi 21 Mata Ajar,” pungkasnya. (ace).




