Peringati Hari Lahir Pancasila, Kapolres Tabanan Pimpin Upacara Bendera

Jbm.co.id-TABANAN | Selaku Inspektur Upacara, Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes, S.H, S.I.K, M.H., memimpin Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di Lapangan Apel Polres Tabanan, Sabtu, 1 Juni 2024.
Kegiatan Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila diikuti oleh 1 Pleton PJU Polres Tabanan dan Kapolsek jajaran, 1 Pleton Perwira,1 Pleton bersenjata,2 Pleton Staf,1 Pleton gabungan Reskrim, Narkoba dan Intel,1 Pleton PNS.

Dalam amanatnya, Kapolres Tabanan menyampaikan isi Pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia yang dibacakan Kapolres Tabanan, yang menyatakan, bahwa masyarakat Indonesia terus mengamalkan nilai ideologi Pancasila, mengenang jasa para pendahulu serta mensyukuri prestasi bangsa Indonesia berkat bimbingan Pancasila, ditengah krisis yang melanda dunia, termasuk krisis kesehatan, pangan, energi dan keuangan.
“Indonesia termasuk satu dari sangat sedikit negara yang berhasil menanganinya. Kondisi ekonomi, sosial dan politik kita stabil terjaga, bahkan semakin kokoh. Inflasi terkendali, investasi tumbuh, peluang kerja bertambah. Semua ini adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa dan hasil sumbangsih seluruh anak bangsa,” terangnya.
Hal tersebut dikarenakan berkat persatuan dan kesatuan komponen bangsa ini, yang tangguh menghadapi tantangan dan mampu melakukan terobosan.
“Berkat kerja keras dan gotong royong kita, bangsa ini berhasil semakin dipercaya serta disegani masyarakat dunia. Pondasi dari semua itu adalah ideologi Pancasila, yang diwariskan oleh Founding Fathers kita, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno,” tegasnya.
Disebutkan,
Ideologi Pancasila ini yang menjadi jangkar dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yang harus terus dipegang teguh untuk memperkokoh kemajuan bangsa.
“Saudara-saudara sebangsa dansetanah air. Saat ini, pemerintah serta seluruh komponen bangsa terus berjuang untuk menghadirkan pembangunan Indonesia Sentris yang adil dan merata. Bekerja keras membangun daerah pinggiran, wilayah perbatasan dan pedesaan. Ini adalah perjuangan dari generasi ke generasi yang membutuhkan kesinambungan serta keberlanjutan,” paparnya.
Meski personel dalam pemerintahan bisa berganti, namun diakui perjuangan ini tidak boleh terhenti dan keadilan serta pemerataan, harus dipadukan dengan kesejahteraan.
Hal itulah yang ingin diwujudkan melalui reformasi struktural, peningkatan kualitas SDM dan hilirisasi industri.
“Kita ingin kekayaan alam negeri ini bermanfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat. Kita ingin mengolahnya dulu di dalam negeri, untuk buka lapangan kerja dapatkan nilai tambah. Program besar lainnya yang juga dirancang demi pemerataan dan kemajuan adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara. Kita ingin masyarakat di luar jawa juga menikmati manfaat signifikan dari, pembangunan. Sekali lagi, perjuangan ini belum selesai & harus dilanjutkan oleh para pemimpin pemerintahan ke depan,” imbuhnya.
“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Ditengah geopolitik dunia ang panas, Indonesia terus berusaha berkontribusi untuk perdamaian dunia. Menjadi titik temu dan jembatan perbedaan. Memiliki prinsip dantidak berpihak pada kekuatan tertentu,” terangnya.
Hal inilah Indonesia, yang tidak bisa didikte, tapi selalu ingin berkontribusi untuk dunia, dengan Ideologi Pancasila yang mengajarkan sikap toleran, keberanian dan menghargai perbedaan.
Hal tersebut yang membuat kepemimpinan Indonesia diterima dan diakui dunia. Bahkan, Presidensi G20 telah sukses dilaksanakan, saat negara yang berseteru, bahkan yang sedang berperang, bisa duduk bersama untuk mencari solusi damai.
“Keketuaan Indonesia di ASEAN, juga akan kita manfaatkan untuk membuat ASEAN semakin kokoh, bersatu terus menjadi jangkar perdamaian dan kemakmuran kawasan,” jelasnya.
Hal inilah yang menjadi bukti, bahwa Pancasila bukan hanya utama untuk Indonesia, tetapi juga relevan untuk dunia, toleransi, persatuan dan gotong royong sebagai kunci membangun bangsa yang kokoh, menciptakan dunia yang damai dan sejahtera.
“Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk bergerak bersama, menolak ekstrimisme, menolak politisasi identitas dan agama, serta menolak segala bentuk provokasi.
Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat, untuk menyambut pesta demokrasi dengan kedewasaan dan suka cita dengan memegang teguh Pancasila. Bahkan, seharusnya diperjuangkan visi Indonesia 2045 menjadi Indonesia Maju serta naik kelas dari negara berkembang menjadi negara maju, yang adil, sejahtera, merata, serta berwibawa dalam percaturan pergaulan dunia.
“Pancasila merupakan salah satu dari 4 Pilar Kebangsaan, yang disingkat PBNU, 4 pilar kebangsaan antara lain Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia terdiri dari banyak pulau, suku dan bahasa sehingga ideologi Pancasila inilah yang mempersatukan kita sebagai bangsa Indonesia,” tutupnya. (red).




