
Jbm.co.id-DENPASAR | Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Provinsi Bali terus memperkuat gerakan kemanusiaan melalui kegiatan donor darah lintas komunitas.
Kali ini, PDDI Bali berkolaborasi dengan Perkumpulan Abadi Kalimantan Barat (Pakabar) Bali dan Pasraman Sarva Dharma Denpasar dalam aksi donor darah di Sekretariat Pakabarbali, Jalan Pakabarbali Nomor 1 Gunung Soputan, Denpasar, Minggu, 1 Pebruari 2026.
Kegiatan ini mendapat dukungan luas dari berbagai elemen, mulai dari TNI-Polri, kelompok spiritual, hingga generasi muda milenial. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi hari, mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Bali.
Ketua PDDI Bali Ketut Pringgantara menyampaikan bahwa kegiatan donor darah tersebut menjadi bagian dari upaya menyambut Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Nyepi, sekaligus momentum awal tahun untuk mempererat persatuan melalui aksi kemanusiaan.
“PDDI Bali sungguh bahagia di awal tahun 2026 terus bergerak cepat menggandeng sejumlah komponen masyarakat. Hari ini antusiasme masyarakat sungguh luar biasa dan kebahagiaan kita bersama ini harus tersambung dengan penuh sukacita melalui kegiatan Donor Darah,” kata Ketut Pringgantara.
Ketut Pringgantara menilai keterlibatan Pakabarbali sebagai komunitas perantau dari Kalimantan Barat di Bali menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Itu masyarakat perantauan dari Kalimantan Barat yang sangat luar biasa dedikasinya dalam kegiatan Donor Darah,” terangnya.
Ketut Pringgantara juga menyoroti meningkatnya kebutuhan darah di Bali seiring beroperasinya Bali International Hospital. Saat ini, kebutuhan darah mencapai lebih dari 150 kantong per hari atau sekitar 6.000 kantong per bulan, mencakup berbagai golongan darah, termasuk Rhesus Negatif dan Rhesus Positif.
Dengan total lebih dari 78 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Bali, PDDI Bali pun menggulirkan berbagai program terobosan untuk menjaring pendonor, seperti PDDI Goes to Kampus, Goes to Milenial, Goes to Gereja, Goes to Masjid dan program lainnya.
“Saya letakkan tanggung jawab juga kepada media untuk bisa menyampaikan informasi yang baik ini, agar kebutuhan darah dan kuota darah selalu terpenuhi untuk membantu masyarakat,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari unsur TNI. Danyonif Raider 900/ SBW, Ari Murwanto, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan personel, baik prajurit maupun Persit, untuk berpartisipasi aktif dalam donor darah.
“Itu sebagai stok darah buat PMI agar lebih siap apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari masyarakat di Provinsi Bali,” kata Ari Murwanto.
Sementara itu, Ketua Yayasan Tatar Parahyangan Bali sekaligus pemilik Pasraman Sarva Dharma Denpasar, Made Ratnadi, SE., menyebutkan kegiatan donor darah ini juga digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Imlek pada 17 Pebruari 2026 mendatang, dengan target pengumpulan 300 kantong darah.
“Mudah-mudahan bisa tercapai target Donor Darah untuk saat ini. Nah, ini tim kami dari Pasraman Sarva Dharma Denpasar dan Yayasan Tatar Parahyangan Bali sangat semangat dan berterima kasih atas kesuksesan relawan kami berdonor darah,” kata Made Ratnadi.
Dari sisi komunitas, Ketua Umum PakabarBali Cin Hiung menjelaskan bahwa Pakabarbali telah berdiri selama 12 tahun dan menaungi lebih dari 500 kepala keluarga perantau asal Kalimantan Barat yang menetap di Bali.
“Tujuan perkumpulan kita ini merangkul perantau-perantau dari Kalimantan Barat yang berdomisili di Bali untuk ikut gabung jadi satu disini dalam kegiatan sosial,” kata Cin Hiung.
Wakil Ketua Umum II PakabarBali sekaligus Ketua Panitia, Tjen Tjhin Khoi, menegaskan bahwa donor darah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun sebagai wujud kepedulian kemanusiaan.
“Harapannya semoga dengan Donor Darah ini bisa membantu kepedulian kemanusiaan,” kata Tjen Tjhin Khoi.
Hal senada disampaikan Ketua Sosial PakabarBali, Ajiu Sumantri, yang menyebutkan bahwa program bakti sosial Pakabarbali mencakup donor darah dan kegiatan sosial lainnya yang menyasar panti jompo, panti asuhan, serta masyarakat di daerah pedalaman.
“Awal tahun, yaitu bulan Januari terus bulan Juni (14 Juni) Hari Donor Darah se-dunia dan akhir tahun, pada bulan Desember menjelang Hari Raya Natal,” tutupnya. (ace).




