Tak Berkategori

Made Supartha Kirim Sinyal Kuat Regenerasi Atlet Muda Bola Tangan Bali Berbuah Prestasi Juara Kejurnas U-19 di Surabaya

Jbm.co.id-SURABAYA Tim Putra Bali sukses menjadi juara Divisi I Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Tangan Junior U-19 2026.

Saat itu, Bali menundukkan Jawa Tengah dengan skor 20-16, dalam partai final di GOR Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sabtu, 8 Agustus 2026.

Kemenangan tersebut menjadi bukti kekuatan regenerasi bola tangan Bali di level nasional. Tidak hanya membawa pulang gelar juara, para atlet muda Bali juga menunjukkan mental bertanding dan konsistensi sepanjang kompetisi. Kejurnas Bola Tangan Junior U-19 2026 berlangsung pada 3-8 Agustus 2026.

Ajang ini diikuti delapan provinsi, yakni Bali, Jawa Tengah, Riau, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan tuan rumah Jawa Timur.

Di partai puncak, Bali tampil disiplin dan agresif. Jawa Tengah memberikan perlawanan sengit, tetapi skuad muda Bali mampu menjaga permainan hingga mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 20-16.

Hasil tersebut menempatkan Bali sebagai Juara 1 Divisi I Putra. Jawa Tengah menjadi runner-up, sedangkan Kalimantan Selatan dan Riau berbagi posisi Juara 3.

Made Supartha: Juara Harus Jadi Motivasi

Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Bali, Dr. (C) I Made Supartha, SH., MH., menilai keberhasilan tersebut tidak boleh berhenti sebagai sebuah kemenangan dalam satu kejuaraan.

Menurutnya, prestasi atlet muda merupakan hasil dari proses pembinaan, regenerasi, kerja keras, serta keberanian memberikan ruang kepada atlet usia muda untuk berkembang.

“Kami ingin prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh insan bola tangan Bali. Jangan berhenti pada satu kemenangan. Jadikan ini sebagai energi untuk terus berlatih, belajar, dan berkembang. Karena perjalanan seorang atlet tidak ditentukan oleh satu pertandingan, tetapi oleh konsistensi dalam menjalani proses,” tegas Made Supartha.

Made Supartha menegaskan, pembinaan atlet junior harus terus dilanjutkan agar para pemain yang kini berada di podium nasional dapat berkembang menjadi kekuatan Bali dan Indonesia.

“Yang kita bangun bukan hanya tim untuk hari ini, tetapi generasi atlet yang bisa menjadi kekuatan Bali dan Indonesia di masa depan,” demikian semangat yang ditekankan dalam arah pembinaan ABTI Bali.

Regenerasi Jadi Fokus Bola Tangan Bali

Menurut Made Supartha, regenerasi menjadi salah satu fondasi utama untuk menjaga prestasi bola tangan Bali. Atlet tidak dapat dipersiapkan secara instan ketika menghadapi kejuaraan besar.

Pembinaan perlu dilakukan sejak usia muda melalui pencarian bibit, pembentukan karakter, peningkatan kemampuan teknik dan fisik, hingga pemberian pengalaman bertanding di berbagai level kompetisi.

Program tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan atlet Bali menghadapi agenda olahraga yang lebih besar, diantaranya PON Beach, Babak Kualifikasi PON, PON 2028, serta berbagai kejuaraan nasional dan internasional.

Dengan demikian, gelar juara U-19 di Surabaya diharapkan menjadi bagian dari proses panjang untuk membangun kekuatan bola tangan Bali secara berkelanjutan.

ABTI Bali Siapkan Kekuatan Masa Depan

Sekretaris Umum ABTI Bali I Wayan Repiyasa mengatakan keberhasilan tim U-19 Putra Bali merupakan bagian dari pembinaan jangka panjang.

Ia menilai kelompok usia junior memiliki peran penting dalam melahirkan atlet yang nantinya dapat menjadi kekuatan utama bola tangan Indonesia.

“Kejurnas Junior ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang siapa yang sedang kita siapkan untuk menjadi kekuatan bola tangan Indonesia di masa depan. Bali ingin membuktikan bahwa pembinaan yang serius akan melahirkan prestasi,” paparnya.

Repiyasa berharap keberhasilan tim U-19 Putra Bali dapat mendorong semakin banyak generasi muda untuk mengenal dan menekuni olahraga bola tangan.

ABTI Bali juga akan terus memperkuat pembinaan agar prestasi yang diraih di Surabaya tidak menjadi pencapaian sesaat.

Gelar Juara 1 Divisi I Putra U-19 2026 menjadi catatan penting dalam perjalanan bola tangan Bali. Kemenangan atas Jawa Tengah memperlihatkan bahwa atlet muda Bali memiliki kemampuan untuk bersaing sekaligus menghadapi tekanan di tingkat nasional.

Tantangan selanjutnya adalah menjaga konsistensi dan memastikan proses pembinaan tetap berjalan. Sebab, prestasi jangka panjang membutuhkan atlet berkualitas, pelatih yang bekerja keras, kompetisi berkelanjutan, serta sistem pembinaan yang kuat.

Dari GOR UNESA Surabaya, tim putra Bali telah menunjukkan bahwa regenerasi mulai membuahkan hasil.

“Kami berharap gelar juara U-19 2026 menjadi pijakan untuk mengejar target yang lebih tinggi pada masa mendatang. Bali tidak hanya datang untuk bertanding. Bali datang untuk menang dan terus naik level,” tutupnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button