Narasi Kopi Arak Rocky Gerung Guncang Auditorium UNMAS, Gubernur Koster Dorong Perkembangan Produk Lokal Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung berhasil memukau ribuan mahasiswa Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar dalam Kuliah Umum bertajuk Dialektika & Retorika: Logika dan Nalar di Era Artificial Intelligence (AI) di Auditorium Saraswati, Denpasar, Selasa, 6 Januari 2026.
Kuliah umum yang dipandu langsung Rektor UNMAS Prof. Dr. Sukawati Lanang Pertama itu berlangsung semarak. Sejak awal hingga akhir acara, antusiasme mahasiswa terlihat tinggi, terlebih saat Rocky Gerung menutup pemaparannya dengan narasi khas bertema kopi arak, simbol kearifan lokal Bali yang sarat makna.
Narasi kopi arak tersebut menjadi kata kunci yang membangkitkan euforia. Tepuk tangan riuh dan sorak mahasiswa menggema di dalam auditorium saat Rocky menyampaikan refleksi penutupnya yang menyentuh dan filosofis.
“Saya diterima di Saraswati dengan cara semarak, walaupun hidup tidak pasti asal ada kopi arak, makasih,” kata Rocky Gerung disambut riuh.
Kuliah umum ini juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster yang memberikan sambutan sekaligus menyimak pemaparan Rocky Gerung hingga tuntas.
Kehadiran Gubernur Koster menambah bobot intelektual acara yang mengajak mahasiswa berpikir kritis ditengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Penggunaan kopi arak sebagai metafora bukan tanpa latar belakang. Sehari sebelum kuliah umum, Rocky Gerung diketahui singgah di kediaman Gubernur Bali di Jaya Sabha.
Dalam pertemuan tersebut, Rocky menikmati kopi arak bersama Gubernur Koster, yang disebutnya sebagai sahabat dalam pemikiran dan perjuangan.
“Gubernur Bali Wayan Koster sahabat saya di dalam berpikir dan berjuang,” kata Rocky Gerung di Jaya Sabha, Denpasar, Senin 5 Januari 2026.
Sementara itu, Gubernur Koster secara terbuka menjelaskan bahwa kopi arak yang disuguhkan merupakan minuman khas Bali dengan takaran yang tepat dan memiliki manfaat bagi kesehatan, sekaligus sebagai upaya mendorong produk lokal.
“Kopi arak itu irish coffee jadi adik-adik (mahasiswa,red), jangan alergi. Itu Irish Coffee, kalau di Eropa kopi dengan whisky. Tapi dengan takaran yang bagus. Supaya sehat, nah itu manfaatnya luar biasa. Tidak perlu obat ini itu segala macam, itu saja sudah cukup. Sekaligus, kita mendorong perkembangan produk lokal Bali,” kata Gubernur Koster.
Kuliah umum ini tidak hanya menjadi ruang dialog intelektual tentang logika dan nalar di era AI, tetapi juga memperkuat pesan pentingnya menjaga jati diri dan kearifan lokal di tengah modernisasi dan perkembangan teknologi global. (red).




