BaliBeritaDaerahDenpasarHukum dan KriminalPemerintahanPendidikan

Made Supartha Lanjutkan Studi S3 Doktor di Unud Bersama 25 Rekan Mahasiswa Gabungkan Dedikasi Dunia Akademik dan Pejabat Publik Tambah Ilmu

Jbm.co.id-DENPASAR | Setelah seminggu lebih tidak melakukan kegiatan Sidak, ternyata Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali, I Made Supartha, SH., MH., sedang melanjutkan studi S3 program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Udayana (Unud).

Made Supartha tidak sendiri melainkan bersama 25 rekan mahasiswa melanjutkan studi di universitas idola di Bali bahkan hingga luar Bali.

Adapun 25 rekan mahasiswa, diantaranya Gede Pasek Suardika, Made Adi Seraya, Made Kariada, Putu Edi Rusmana, Putu Gede Darmawan Hadi, Putu Raditya Sudwika Utama, Ida Ayu Cintiya Kencana Dewi, Kadek Julia Mahadewi, Kadek Septianingsih, Nicholas Leksono, Putu Delia Ayusyara Divayanti, Rahmadhy Seno Lumakso, Yanuarius Nahak Taek, Afonso Carmona, Agus Saputra, Anak Agung Linda Cantika, Duarte Tilman Soares, Dewa Gede Herman, Gede Arya Wijaya, Gede Sudyatmaja, Gede Waha Sabudi Perdana, Gusti Ayu Intan, Gusti Ngurah Adi Prabawa dan Gusti Ngurah Agung.

Hasilnya, semua mahasiswa dinyatakan lulus ujian kualifikasi Disertasi Tingkat Doktor dan berhak selanjutnya menyelesaikan usulan proposal Disertasi sebagai syarat menyelesaikan studinya di Universitas Udayana.

Menariknya, perjalanan pendidikan Made Supartha di Universitas Udayana dimulai dari jenjang S1, S2 hingga S3, yang semuanya ditempuh di kampus yang sama, yakni Unud.

Hal tersebut memperlihatkan dedikasi Made Supartha terhadap dunia akademik, sekaligus menunjukkan kesibukan sebagai pejabat publik tidak menghalangi, untuk terus mencari dan menambah ilmu.

Langkah Made Supartha menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk rekan-rekan sejawat maupun di lingkungan akademik, ditengah tantangan membenahi persoalan tata ruang Bali.

Tak hanya itu, Made Supartha juga dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara tanggung jawab politik-hukum dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Dengan semangat belajar yang tinggi, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali ini memberi contoh bahwa pendidikan bukan hanya untuk anak muda, tetapi menjadi kebutuhan setiap orang utamanya pemimpin yang ingin memberikan kontribusi dan pengabdi maksimal bagi daerahnya. (red/tim).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button