BeritaDaerahLingkungan HidupOlahragaPariwisataPemerintahanPendidikanPolitikSosial

Kungkum Samudro: Ketua DPRD Pacitan Ajak Masyarakat Menjaga Hati dan Menggali “Ilmu Kedung Jero”

"Daratan dan lautan merupakan dua unsur alam yang memiliki manfaat besar bagi kehidupan"

Pacitan,JBM.co.id- Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Dr. Arif Setia Budi, menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya menjaga hati sebagai fondasi kehidupan manusia di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Pesan tersebut disampaikan melalui pemaknaan filosofi “Kungkum Samudro”, sebuah ajaran yang menggambarkan hubungan antara alam semesta dan kedalaman batin manusia.

Menurutnya, daratan dan lautan merupakan dua unsur alam yang memiliki manfaat besar bagi kehidupan. Daratan menjadi tempat tumbuhnya peradaban, sementara lautan menyimpan kekayaan sekaligus pelajaran tentang ketenangan dan kekuatan. Namun, di balik luasnya alam tersebut, terdapat satu hal yang jauh lebih sulit dijangkau, yakni hati manusia.

“Luasnya samudra dan daratan masih dapat dijelajahi manusia, tetapi hati adalah ruang terdalam yang tidak mudah dipahami. Karena itu, menjaga hati menjadi hal paling penting dalam kehidupan,” ungkapnya, Ahad (24/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam hati manusia tersimpan banyak nilai kehidupan dan kebijaksanaan yang dalam falsafah Jawa dikenal sebagai “Ilmu Kedung Jero”. Filosofi tersebut menggambarkan kedalaman batin yang harus dipelajari dengan ketenangan, kesabaran, dan kesadaran diri.

Secara edukatif, pesan tersebut mengandung makna penting bagi kehidupan sosial masyarakat modern. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, manusia sering kali lebih sibuk mengejar pencapaian duniawi dibanding merawat kejernihan hati dan ketenangan jiwa.

Politikus Demokrat itu menilai, menjaga hati bukan hanya soal spiritualitas, tetapi juga menyangkut etika, kepedulian sosial, dan kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika hati dijaga dengan baik, maka sikap saling menghormati, kebijaksanaan, dan semangat gotong royong akan tumbuh secara alami.

“Ilmu yang paling tinggi bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi bagaimana manusia mampu memahami dirinya sendiri dan menjaga kemurnian hati,” tambahnya.

Melalui pesan Kungkum Samudro, masyarakat diharapkan dapat kembali memahami nilai-nilai kearifan lokal yang sarat makna kehidupan. Sebab pada akhirnya, perjalanan manusia bukan hanya tentang menaklukkan dunia luar, melainkan juga menyelami samudra batin demi menemukan kebijaksanaan dan kedamaian hidup.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button