BaliBeritaDaerahDenpasarEkonomiPariwisataPemerintahan

Komisi XII DPR RI Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Percontohan ESG dan Energi Bersih

Jbm.co.id-DENPASAR |  Komisi XII DPR RI mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menjadi percontohan penerapan konsep Environment, Social, and Governance (ESG) sekaligus pengembangan energi bersih di Indonesia.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pariwisata Bali sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, saat memimpin Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Masa Sidang V Tahun Sidang 2025-2026 di KEK Kura-Kura Bali, Denpasar, Kamis, 23 Juli 2026.

Kunker Reses DPR RI itu turut dihadiri jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Investasi/BKPM.

Pada kesempatan tersebut, Sugeng Suparwoto menyoroti kondisi sistem kelistrikan Bali yang dinilai membutuhkan perhatian serius.

Reserve margin atau cadangan daya listrik di Pulau Dewata disebut hanya tersisa sekitar dua persen, sementara penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) masih cukup tinggi sehingga dinilai belum sejalan dengan visi Bali sebagai destinasi wisata berbasis energi ramah lingkungan.

“Bali berada dalam titik yang perlu kita perhatikan secara seksama. Kita semua berkomitmen bagaimana Bali dibangun menjadi destinasi wisata dengan menekankan clean and renewable energy. Pembangunan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) berkapasitas 200 Megawatt (MW) akan menambah reserve margin dan kehandalan listrik, namun tetap harus memperhatikan aspirasi masyarakat lokal seperti di Desa Serangan,” kata Sugeng Suparwoto.

Selain memperkuat pasokan listrik, Komisi XII DPR RI juga menilai pengelolaan sampah menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

Salah satu solusinya terkait pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai sistem pengolahan sampah terpadu yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi.

Menurut Sugeng Suparwoto, KEK Kura-Kura Bali memiliki potensi menjadi pelopor penerapan konsep zero waste dengan mengintegrasikan kawasan hijau, seni dan budaya, pendidikan internasional, serta industri kreatif berbasis inovasi.

Komisi XII DPR RI juga mengapresiasi perkembangan investasi di kawasan tersebut. Hingga saat ini, nilai investasi yang telah terealisasi mencapai sekitar Rp1,1 triliun, dengan potensi investasi lanjutan sebesar Rp1,78 triliun.

Sugeng Suparwoto menilai investasi sektor riil memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian nasional, terutama di tengah tekanan fiskal akibat tingginya harga minyak dunia dan dinamika nilai tukar mata uang.

Menurutnya, diitengah tekanan fiskal dan tantangan global, investasi sektor riil adalah kunci untuk mendatangkan capital inflow dan menyerap tenaga kerja.

“Selain fungsi normatif legislasi, anggaran, dan pengawasan, Komisi XII DPR RI hadir menjalankan fungsi problem solving untuk menjembatani persoalan di daerah dan mengawal investasi energi bersih dapat terlaksana dengan baik,” tegas politisi Fraksi NasDem tersebut. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button