BangliBeritaDaerahPemerintahanPendidikan

Ketua DPRD Bangli Kunjungi LPK Hishou Universal Style

Jbm.co.id-BANGLI | Disela-sela kesibukan sebagai Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika mengunjungi Lembaga Pelatihan Kerja ( LPK) Hishou Universal Style, di Dusun Penaga, Desa Yangapi, Tembuku, Kabupaten Bangli, Jumat, 17 Juli 2025.

Kunjungan tersebut dilakukan, untuk memberikan dukungan moral terhadap para siswa yang menempuh pelatihan kerja yang dipersiapkan untuk magang ke Negeri Jepang.

Foto: Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika mengunjungi Lembaga Pelatihan Kerja ( LPK) Hishou Universal Style, di Dusun Penaga, Desa Yangapi, Tembuku, Kabupaten Bangli, Jumat, 17 Juli 2025.

Kehadiran Ketua DPRD Bangli diterima Ower I Nyoman Wijaya SH, Direktur LPK Ishou, I Made Rudiasa.

Ketua DPRD asal Peninjoan, Tembuku ini pasca diterima Owner dan direkturnya lalu menuju ruang kursus LPK tersebut melihat dari dekat suasana belajar/ kursus.

Suastika memberikan motivasi kepada calon pekerja/ magang di Jepang sebagai negara yang menjadi mitra LPK tersebut.

Dikatakan Suastika, Pemkab Bangli telah berkomitmen untuk melaksanakan program magang ke luar negeri yang ditandai dengan pemberian pinjaman lunak modal keberangkatan melalui BPR Bank Daerah Bangli, bank milik Pemkab Bangli.

Pihaknya mendorong agar Pemkab Bangli ke depan lebih memberi perhatian serius sehingga semakin meningkatnya gairah para pencari kerja ke luar negeri.

Kepada LPK Hishou, pihaknya menyampaikan apresiasi karena jasanya dalam dunia kerja, menyalurkan pencari kerja bagi masyarakat Bangli khususnya dan Bali pada, umumnya.

Direktur LPK Hishou Universal Style, Penaga, I Made Rudiasa merasa senang atas kehadiran Ketua DPRD Bangli. Karena kehadirannya sangat berarti dalam rangka memberikan dukungan semangat bagi para pencari kerja.

Oleh karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih atas komitmen pemerintah Bangli dalam bentuk dukungan riilnya dalam pemberian pinjaman modal lunak untuk keberangkatan pekerja.

Dia menjelaskan calon pekerja dibekali skil bidang pertanian dan makanan.

“Itu disesuaikan dengan negara yang menjadi mitra pemakai. Negara yang diajak bermitra yakni Jepang. kurang lebih 1.800 calon pekerja migran yang sudah di berangkatkan dari tahun 2017 sampai kini, kursus di LPK tersebut dengan durasi kursus 6 bulan,” paparnya.

Rudiasa menegaskan bahwasannya pekerja yang disalurkan ke Jepang tak ada yang bermasalah seperti halnya berita-berita yang tengah ramai. “Pekerja dari sini ngak ada buat-buat masalah,” pungkasnya. (SKt Rcn).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button