“Indonesia Naik Kelas” Resmi Diluncurkan: Dany Amrul Ichdan Beberkan Strategi Ekonomi 2025-2033

Jbm.co.id-JAKARTA | Buku Indonesia Naik Kelas karya Dany Amrul Ichdan resmi diluncurkan di Jakarta, Kamis, 21 November 2025.
Buku yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas ini menawarkan gagasan komprehensif mengenai akselerasi institusional dan strategi pembangunan untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.
Indonesia disebut memiliki semua modal penting, yakni Sumber Daya Alam (SDA), kekuatan demografi, stabilitas politik hingga posisi geopolitik strategis. Namun, stagnasi pertumbuhan ekonomi yang selama satu dekade hanya bergerak di kisaran 5 persen dinilai menjadi alarm serius bagi masa depan.
Dany menegaskan perlunya harmonisasi kebijakan serta penguatan lembaga agar Indonesia mampu melakukan lompatan ekonomi. Ia menggambarkan kondisi tersebut dengan sebuah analogi yang kuat.
“Kita saat ini memang sudah berlari, tapi sayang berlarinya itu seperti kita olahraga treadmill. Kita berlari kencang, berkeringat, tapi kita tidak maju,” kata Dany yang juga Wakil Direktur Utama PT MIND ID.
Peluncuran buku ini turut dihadiri sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, diantaranya Bahlil Lahadalia, Brian Yuliarto, Edward Omar Sharif Hiariej serta Fahri Hamzah. Komisaris Utama MIND ID, Fuad Rawazier, juga hadir memberi dukungan.
Empat Faktor Utama Penyebab Stagnasi Ekonomi
Dalam pemaparannya, Dany menjelaskan empat penyebab utama stagnasi pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu:
1. Insentif ekonomi belum optimal untuk menarik investasi dan mendorong industrialisasi.
2. Kapasitas industri domestik belum kuat, sehingga ketergantungan pada investor asing masih tinggi.
3. Pasar domestik belum memihak produk manufaktur lokal, menghambat substitusi impor.
4. Budaya inovasi masih rendah, yang menjadi hambatan paling fundamental.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dany menekankan pentingnya perombakan cara pandang terhadap regulasi. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi pengatur standar, bukan pengikut negara lain.
“Saat ini, medan perang kita standardisasi dan regulasi. Siapa yang mengatur standar teknis dan regulasi, dialah yang menguasai pasar,” jelasnya.
Target Pertumbuhan 8 Persen dan Era Momentum Emas Industri
Buku Indonesia Naik Kelas menyajikan peta jalan pertumbuhan ekonomi 8 persen selama 2025–2033. Menurut Dany, hilirisasi dan industrialisasi menjadi instrumen utama untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi.
Ia memaparkan delapan akselerator pertumbuhan yang mencakup investasi berkualitas, kawasan industri inovatif, reformasi fiskal, dan penguatan ekspor bernilai tinggi.
“Kita memasuki era delapan tahun stabilitas momentum emas untuk pembangunan industri Indonesia,” ujarnya.
Pentingnya Regulasi yang Selaras: “Orkestra Tanpa Dirigen”
Editor buku, Reda Manthovani, menyampaikan bahwa Indonesia tidak akan naik kelas jika regulasi masih tumpang tindih antar sektor. Menurutnya, keselarasan regulasi adalah kunci.
“Regulasi yang tidak harmonis itu, seperti orkestra tanpa dirigen. Di sini, buku Indonesia Naik Kelas adalah ajakan untuk menciptakan orkestra kebijakan yang selaras, regulasinya harmonis, lembaganya bekerja seirama,” kata Reda.
Ia menambahkan pentingnya membangun pola pikir baru agar Indonesia mampu menjadi pembentuk arus kebijakan, bukan sekadar pengikut.
Wakil Menteri Hukum, Edward Omar Sharif Hiariej, juga menekankan sulitnya membuat regulasi komprehensif bila ego sektoral masih mendominasi.
“Jadi, tidak mudah ketika kita membutuhkan regulasi yang komprehensif. Tapi, itu lah yang harus kita lakukan dalam penyelesaian program prioritas dari Presiden,” pungkasnya. (red).




