
Jbm.co.id-DENPASAR | Masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia menyambut Idul Fitri dengan sukacita.
Dengan 236 juta pemeluk muslim, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Karena itu tidak heran bila sukacita Idul Fitri terasa meriah di berbagai sudut negeri. Bahkan penduduk non-muslim turut larut bersama saudara sebangsanya dalam merayakan hari kemenangan ini.
Makna Spiritual Idul Fitri
Idul Fitri memiliki makna spiritual untuk kembali ke kemurnian ke kesucian.
Bisakah kita menjadi orang yg sabar dan rendah hati. bisakah kita menjadi orang yang senantiasa bersyukur.
Kita akhlak kita harus lah betul betul menjadi seorang yang memiliki sikap bertanggung jawab.
Orang yang senantiasa menjadi pribadi yang berserah dan berseru kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam hal ini, masyarakat dituntun untuk mencontoh amalan nabi dan tokoh suci agama yang senantiasa mampu berbuat baik terhadap orang yang tidak saja kepada orang yang baik, tetapi juga kepada orang yang berbuat jahat kepada mereka serta mampu menjalin kembali silaturahmi dengan orang yang telah terputus selama ini. Selain itu, juga mampu menyampaikan kebenaran meskipun hal itu pahit, karena memang diniati untuk kebaikan bersama.
Dari berbagai tokoh penceramah agama, kita kerap mendengar himbauan agar senantiasa menyampaikan kebaikan dengan mengajak bukan menginjak, dengan merangkul bukan memukul.
Bagi Negara Kita Toleransi
Memaknai toleransi di tengah Idul Fitri di negara kita yang bhineka. Apabila terjadi perselisihan di antara kamu, seperti pemilu yang baru lalu, janganlah sampai merusak hatimu.
Perasaan benci, iri dan dengki hendaknya diupayakan sejauhnya dari diri kita. Sehatkan fisik dan jiwa kita. Dalam bermasyarakat dan berbangsa persaudaraan harus tetap jadi prioritas.
Tantangan masyarakat bangsa di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu sungguh membutuhkan sinergitas potensi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat bangsa. Saatnya kita kembali bergandengan tangan menghadapi berbagai tantangan dengan optimis menatap masa depan bangsa.
Lebih daripada itu, kita harapkan lahirnya tokoh-tokoh negarawan yang teguh mengedepankan kepentingan bangsa sebagai prioritas utama. Serta menyadari pentingnya mewariskan.lwgasi mulia bagi generasi mendatang, generasi anak cucu kita.
Dunia ini, sementara sedangkan akhirat itu kekal. Ayo mari kita tutup perbedaan dan kekesalan di berbagai grup wa karena pemilu kemarin, di tengah semangat Idul Fitri ini kembali menatap ke depan dengan memanfaatkan momen maaf memaafkan. Pemilu telah selesai mari kita bekerjasama menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Selamat Idul Fitri 1445 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.



