HUT ke-73 PII Badung Gandeng UNHI Dorong Peran Insinyur Bangun Bali Berbasis Kearifan Lokal

Jbm.co.id- DENPASAR | Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kabupaten Badung bekerjasama dengan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Peran Insinyur Mendorong Pembangunan Bali Yang Humanistik Berkelanjutan Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, yang diselenggarakan di Auditorium Taman Asoka, Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Senin, 30 Juni 2025.
Acara Seminar Nasional dalam rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PII ke73 ini dibuka resmi Gubernur Bali Wayan Koster yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Bali, Dr. Drh. Luh Ayu Aryani, M.P.
Dalam sambutannya, Ayu Aryani menyampaikan apresiasi atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Persatuan Insinyur Indonesia (PII), khususnya PII Kabupaten Badung atas terselenggaranya Seminar Nasional dengan tema: “Peran Insinyur Mendorong Pembangunan Bali yang Humanistik dan Berkelanjutan-Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.
Menurutnya, tema ini sangat relevan dengan arah kebijakan pembangunan Bali ke depan, yang tidak hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi semata, tetapi juga harus menempatkan nilai-nilai lokal, spiritualitas, keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan sosial sebagai fondasi utama pembangunan.
Sebagai profesi strategis, para insinyur memiliki peran penting dalam merancang dan mengawal arah pembangunan.
“Ditengah perkembangan teknologi dan tantangan global yang semakin kompleks, saya meyakini bahwa para insinyur tidak hanya berperan sebagai agen inovasi, tetapi juga penjaga nilai-nilai luhur agar pembangunan tetap berpihak pada manusia, alam, dan budaya lokal,” terangnya.
Melalui visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pemerintah Provinsi Bali menekankan pendekatan yang menyatu antara spiritualitas, sosial, budaya, dan ekologi. Artinya, Bali harus dibangun tidak hanya dengan beton dan baja, tetapi juga dengan kebijaksanaan, harmoni, dan kearifan lokal.
Disinilah peran para insinyur sangat strategis, dalam membangun Bali secara modern tanpa kehilangan jati dirinya.
Untuk itu, pihaknya mengajak PII dan seluruh insan teknik untuk terlibat aktif dalam perencanaan dan pengawasan infrastruktur berbasis prinsip keberlanjutan, terutama dalam sektor pariwisata, energi bersih, tata ruang dan transportasi publik.
Selain itu, juga pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal Bali dalam desain dan konstruksi, seperti penggunaan material ramah lingkungan dan bentuk arsitektur yang adaptif terhadap budaya dan iklim tropis.
“Menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong transformasi digital dan transisi energi bersih yang menjadi prioritas pembangunan nasional dan daerah serta menginspirasi generasi muda Bali untuk menekuni dunia rekayasa dan inovasi teknologi, dengan menjunjung tinggi etika, tanggung jawab sosial, dan keberpihakan terhadap kelestarian alam,” paparnya.
Tema ini disebutkan sangat relevan dengan arah kebijakan, sehingga pihaknya meyakini dengan kolaborasi antara dunia akademik, organisasi profesi, dan pemerintah, dapat menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan bagi Bali ke depan.
Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PII Kabupaten Badung dan Universitas Hindu Indonesia atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Semoga seminar ini menghasilkan pemikiran strategis dan solusi nyata yang dapat memberi kontribusi bagi kemajuan Bali yang unggul, berkarakter, dan berkelanjutan,” harapnya.
Menariknya, acara Seminar Nasional ini menghadirkan Rektor UNHI Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS., yng juga sebagai Pelindung Panitia Seminar, perwakilan KADIN Bali dan Ketum PII Dr. Ing. Ir. Iham Akbar Habibie, M.BA., IPU., yang juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Kolonel (Purn) Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H., serta perwakilan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali.
Selain itu, juga dihadirkan Narasumber Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih, BA (Hons) yang juga Ketua Komisi II DPRD Bali, Waketum PII Prof Dr.Ir Agus Taufik Mulyono (ATM) ST, MT, IPU,ASEAN ENG yang juga Ketua Majelis Profesi dan Etik MTI dan LPJKN Kementrian PU, Dewan Pakar PII Badung Prof. Dr. Ir. I Wayan Muka ST.,MT.,IPU yang juga Dekan Fakultas Teknik dan Guru Besar UNHI.
Acara Seminar Nasional ini dipandu oleh Dosen Tetap UNHI Dr Ir. Made Novia Indriani ST. MT. IPM dengan Host Ir. A.A Yenni Arini Dewi, ST, MT, IPM.
Pada kesempatan tersebut, PII Badung juga menghadirkan Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Industri I PII Ir. Faisal Safa, ST, MT, IPU, ASEAN Eng., ACPE, dikenal sebagai tokoh keinsinyuran yang memiliki rekam jejak gemilang di berbagai sektor infrastruktur dan teknologi.
Faisal Safa juga merupakan Ketua Dewan Penasehat BKTI-PII dan Chairman dari Immara Group serta memiliki pengalaman luas di bidang Teknik dan Manajemen Industri.
Sedangkan, Faizal Safa membawakan materi soal penanganan sampah, karena sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Industri I yang secara spesifik menangani isu-isu terkait industri dan teknologi, termasuk penanganan sampah.
Mengingat, peran Insinyur sangat penting dalam mendorong Program Profesi Insinyur guna mempercepat Visi Misi Persatuan Insinyur Indonesia “Organisasi Ligat dan Industrialisasi Kuat”, sesuai dengan amanat UU 11 Tahun 2014, PP 25 Tahun 2019 tentang Keinsinyuran.
“Seminar ini sebagai kontribusi nyata dari para insinyur dalam mendukung pembangunan bangsa di Badung dan Bali,” kata Ketua Pengurus Cabang (PC) PII Badung Ir. Ketut Wiranata, ST.,MSi.,IPM.,ASEAN Eng didampingi Ketua Panitia Semnas PII Badung Ir. I. G. N Agus Weresana, ST, IPM, ASEAN Eng dan Sekretaris Ir. A.A Yenni Arini Dewi, ST, MT, IPM.
Bahkan pada acara itu, pihaknya mengundang secara khusus pembicara dalam penanganan sampah yakni WKU) Bidang Industri I PII Faisal Safa.
Isu sampah telah menjadi “buah bibir” ditengah masyarakat Bali maupun kalangan pariwisata. Faisal Safa memaparkan pengolahan sampah yang menggunakan teknologi anak bangsa dalam negeri.
Diharapkan, teknologi itu mampu memberikan solusi terhadap persoalan pelik sampah di Bali.
Selain itu, peran PII memiliki peran penting dalam menangani berbagai persoalan di Bali yakni macet, jalan rusak, air bersih dan lainnya.
Maka dari itu, sinergi pemerintah, dunia pendidikan dan organisasi PII agar terus ditingkatkan, termasuk dengan induk organisasi usaha KADIN.
Hingga saat ini, kampus di Bali sudah memiliki Program Profesi Insinyur (PPI) yakni Universitas Udayana (Unud), Undiknas, Unwar dan Universitas Ngurah Rai.
PPI diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan bertujuan untuk membekali lulusan sarjana teknik (atau yang setara) dengan pengetahuan, keterampilan, dan etika profesi yang diperlukan untuk menjalankan praktik keinsinyuran secara profesional.
Selanjutnya, PII Badung mendorong agar UNHI juga memiliki PPI. Upaya itu agar bisa mencetak SDM Insinyur lebih banyak dalam mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Seminar itu juga mengundang PII Bali, Jawa Timur dan Jakarta. Ketut Wiranata juga mengakui terus komunikasi dengan Ketum PII Iham Akbar Habibie yang kini sedang berada di Eropa.
Acara itu pula dimeriahkan dengan stand-stand UMKM baik kuliner, fashion dan kerajinan.
Tidak lupa pula memberikan apresiasi atas dukungan Yayasan Pendidikan Widya Kerthi sebagai badan hukum penyelenggara di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar. (ace).




