Harga Kopi Asli Pacitan Terus Melejit. Dewan Lancur: Petani Semakin Fokus Untuk Membudidayakan Tanaman Kopi, Yang Dapat Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Mereka
"Saat ini, kopi menjadi salah satu komoditas andalan di Pacitan, terutama di Kecamatan Nawangan. Harga kopi yang terus meningkat membuat petani semakin bersemangat untuk mengembangkan tanaman kopi"

Pacitan,JBM.co.id- Harga kopi yang terus meningkat membuat petani di Kecamatan Nawangan, Pacitan, semakin bersemangat untuk mengembangkan tanaman kopi.
Wakil Ketua DPRD Pacitan, Lancur Susanto, mengatakan, bahwa kopi telah menjadi komoditas andalan bagi petani di wilayah tersebut.
Dengan harga yang terus membaik, petani semakin fokus untuk membudidayakan tanaman kopi, yang tentunya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.
Lancur mengatakan, harga kopi kering saat ini berkisar antara Rp 60.000 per kilogram, dan sebelumnya, harga tembus hingga Rp 80.000 per kilogram.
Harga memang sering ada perubahan, tergantung pada situasi pasar dan kualitas kopi hasil panenan petani.
“Saat ini, kopi menjadi salah satu komoditas andalan di Pacitan, terutama di Kecamatan Nawangan. Harga kopi yang terus meningkat membuat petani semakin bersemangat untuk mengembangkan tanaman kopi, sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka,”kata wakil rakyat keterwakilan daerah pemilihan Kecamatan Nawangan-Bandar ini, Senin (3/11/2025).
Lancur berharap, dengan harga kopi yang terus meningkat, pendapatan petani dapat meningkat pula.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi petani untuk memastikan mereka dapat bertani dengan sukses dan mendapatkan hasil panen yang maksimal.
“Petani akan bisa memperoleh manfaat yang lebih besar dari peningkatan harga kopi ini,” tutur politikus Partai Golkar ini.
Lebih lanjut, Lancur mengatakan, sebagai apresiasi atas upaya petani, pihaknya sengaja melakukan kegiatan penanaman kopi secara swadaya, yang dilakukan di Dusun Tamansari Desa Jetislor dengan jenis kopi Robusta.
Dimana lokasi tersebut menjadi sentra penghasil kopi sejak jaman penjajahan Belanda, silam.

Bersama KUPT Pertanian ( Bpk Purwadi) Penyuluh Lapangan ( Ibu Sutini) Anggota Komisi 2 ( Bpk Arief Nurman Hidayat) dan Teman teman petani Kopi di Dusun Tamansari Desa jetislor dalam kegiatan menanam Kopi secara swadaya.
Lancur juga mengungkapkan, kelompok tani ” Kopi Lereng Megolamat ” Dusun Tamansari Desa Jetislor Kecamatan Nawangan juga menyediakan bibit kopi berkualitas, seperti Robusta, Arabika, dan Liberika.
“Bibit-bibit ini dapat membantu petani meningkatkan produksi dan kualitas kopi mereka,” pungkas Lancur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Pacitan ini.(Red/yun).



