BaliBeritaDaerahEkonomiKesehatanPemerintahanTabanan

Giliran Warga Banjar Anyar Dapatkan Literasi Gizi Program MBG Tekankan Kebiasaan Makan Sehat Sejak Dini

Jbm.co.id-TABANAN | Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus diperkuat melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, literasi gizi menyapa warga Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada 23 November 2025.

Sosialisasi digelar DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah edukatif yang dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama terkait pentingnya asupan gizi sejak usia dini.

Foto: Sosialisasi DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai literasi gizi menyapa warga Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada 23 November 2025.

Acara tersebut menghadirkan DPRD Tabanan, Ni Wayan Erniyanti, serta perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Alwin Supriyadi, dan diikuti ratusan warga setempat yang antusias mengikuti penyuluhan.

Dalam kegiatan itu, Ni Wayan Erniyanti menegaskan bahwa pola konsumsi makanan harus seimbang dan penuh nutrisi agar mampu mencegah risiko penyakit jangka panjang.

“Kelebihan gula dapat memicu diabetes, konsumsi garam yang tidak terkontrol menyebabkan hipertensi, sementara minyak berlebih meningkatkan risiko kolesterol,” tuturnya.

Erniyanti juga menambahkan pentingnya membiasakan perilaku hidup bersih serta berolahraga.

“Selain itu, perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan dan rutin berolahraga minimal dua kali seminggu perlu dibiasakan. Program MBG hadir untuk membantu memastikan kecukupan gizi terutama bagi anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, Alwin Supriyadi menjelaskan bahwa Program MBG merupakan bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 melalui pemenuhan gizi sedini mungkin bagi berbagai kelompok masyarakat.

“Program ini menyasar peserta didik PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui agar pemenuhan gizi dapat dimulai sedini mungkin,” jelasnya.

Lebih jauh ia memaparkan bahwa MBG bukan sekadar pemberian makanan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi desa.

“Program MBG bukan hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga meningkatkan literasi gizi masyarakat. Selain itu, program ini dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan koperasi, BUMDes, serta penyediaan bahan pangan dari wilayah sekitar,” kata Alwin.

Dengan pengelolaan melalui dapur SPPG, program ini membuka peluang kerja baru di desa sehingga manfaat yang dirasakan bukan hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga kesejahteraan ekonomi.

Sosialisasi MBG di Banjar Anyar menjadi bukti komitmen pemerintah memperluas edukasi tentang pentingnya gizi seimbang sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal. Program ini diharapkan menjadi landasan kuat dalam membentuk generasi yang sehat, produktif dan berdaya saing di masa depan. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button