Fira Anggraeni Menguat Menuju Kursi Inspektur, Peta Mutasi Pejabat Pemkab Pacitan Kian Dinamis
"Pengalaman Fira yang cukup lama berada di lingkungan Inspektorat menjadi salah satu modal kuat untuk menempati posisi orang nomor satu di lembaga pengawasan tersebut"

Pacitan,JBM.co.id– Dinamika peta mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan terus menjadi perhatian. Sejumlah nama pejabat yang sebelumnya disebut memiliki peluang menempati jabatan pimpinan tinggi pratama masih menjadi perbincangan, namun belakangan muncul satu nama yang dinilai semakin kuat untuk mengisi posisi strategis di Inspektorat.
Fira Anggraeni, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Kabupaten Pacitan, disebut-sebut memiliki peluang besar untuk menduduki jabatan Inspektur menggantikan KH. Mahmud yang dijadwalkan memasuki masa purna tugas pada Desember mendatang.
Informasi yang berkembang di kalangan internal pemerintahan menyebutkan, pengalaman Fira yang cukup lama berada di lingkungan Inspektorat menjadi salah satu modal kuat untuk menempati posisi orang nomor satu di lembaga pengawasan tersebut. Selain itu, rekam jejaknya sebagai mantan Kepala Bagian Keuangan RSUD dr. Darsono dinilai menambah kapasitas dan pemahaman dalam tata kelola pemerintahan.
“Fira itu pas kalau diangkat sebagai Inspektur. Dia sudah lama menjadi orang nomor dua di instansi pengawasan,” ujar seorang sumber internal yang enggan disebutkan identitasnya, Selasa (9/6/2026).
Sinyal menguatnya peluang Fira juga tidak ditepis oleh Ketua Tim Penilai Kinerja ASN Kabupaten Pacitan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro.
Menurut Sekda, Fira memang memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk melanjutkan kepemimpinan di Inspektorat setelah KH. Mahmud memasuki masa pensiun.
“Pak Mahmud sepertinya cocok kalau Fira yang nanti menggantikan posisinya setelah pensiun,” kata Maulana Heru saat ditemui di ruang kerjanya.
Di sisi lain, nama Cicik Ruhdlotul Jannah yang sebelumnya santer disebut bakal dimutasi ke jabatan Inspektur Inspektorat, kini justru dinilai memiliki peluang yang semakin kecil untuk mengisi posisi tersebut.
Meski demikian, melemahnya isu tersebut bukan karena persoalan kompetensi. Terdapat sejumlah pertimbangan lain dalam penataan jabatan yang tidak dapat diungkap ke publik.
Sekda Maulana Heru mengisyaratkan bahwa Cicik masih berpotensi menempati jabatan strategis lain di lingkungan Pemkab Pacitan.
“Cicik itu mungkin pas kalau mutasi sebagai Asisten,” ujarnya singkat tanpa menjelaskan lebih lanjut alasan di balik pertimbangan tersebut.
Dengan semakin dekatnya masa pensiun KH. Mahmud, spekulasi mengenai siapa yang akan memimpin Inspektorat Kabupaten Pacitan diperkirakan akan terus berkembang. Namun dari berbagai sinyal yang muncul, nama Fira Anggraeni kini menjadi salah satu figur yang paling diperhitungkan dalam bursa mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Pacitan.(Red/yun).




