DTW Jatiluwih Raih Penghargaan Dunia di Kuala Lumpur Komitmen Pariwisata Berkelanjutan Berkonsep Tri Hita Karana Diakui Internasional

Jbm.co.id-KUALA LUMPUR | Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional setelah meraih penghargaan dalam ajang Asian Tourism & Hospitality Awards 2025-2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 14 Mei 2026.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional terbaru bagi Jatiluwih atas konsistensinya dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis pelestarian alam, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Bali.
Ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh platform media digital pariwisata TIN Media itu diikuti ratusan nominasi dari sembilan negara Asia. Kegiatan tersebut menjadi salah satu forum bergengsi yang memberikan apresiasi kepada pelaku industri pariwisata dan perhotelan di kawasan Asia Tenggara.
Manager Operasional DTW Jatiluwih, John Ketut Purna menyebutkan penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap komitmen Jatiluwih dalam menjaga kualitas destinasi wisata berbasis budaya lokal.
“Kehadiran ajang berskala regional seperti Asian Tourism & Hospitality Awards ini merupakan sebuah pengakuan penting. Penghargaan baru yang berhasil diraih Jatiluwih malam ini adalah bukti nyata bahwa komitmen kami terhadap kualitas, keberlanjutan, dan pelestarian budaya lokal diakui secara luas di panggung internasional,” kata John Ketut Purna.
Jatiluwih sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Bali yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO berkat sistem subak dan lanskap persawahan yang ikonis.
Prestasi terbaru ini sekaligus memperkuat posisi Jatiluwih sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tetap mempertahankan nilai budaya dan filosofi lokal di tengah perkembangan industri pariwisata global.
Dalam ajang tersebut, lebih dari 250 nominasi bersaing untuk menjadi yang terbaik. Panitia juga mencatat partisipasi lebih dari 100 ribu suara masyarakat yang turut menentukan para pemenang di berbagai kategori.
Menurut John Ketut Purna, penghargaan yang diterima tidak lepas dari keterlibatan masyarakat lokal yang selama ini menjaga keberlangsungan kawasan wisata Jatiluwih.
“Dibalik penghargaan yang diterima Jatiluwih, ada peluh dan ketulusan masyarakat lokal yang bekerja tanpa lelah. Di Jatiluwih, komitmen kami mengakar kuat pada filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Penghargaan baru ini kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat Jatiluwih yang terus menjaga warisan leluhur kita,” tambah Bapak John Ketut Purna.
Ajang Asian Tourism & Hospitality Awards 2025–2026 juga menjadi momentum penting memperkuat sinergi pariwisata regional Asia Tenggara. Sejumlah pemimpin industri pariwisata dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja, hingga Filipina hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, acara ini turut didukung sejumlah organisasi pariwisata internasional seperti Malaysian Association of Hotels, PATA Malaysia Chapter, SKÅL International Kuala Lumpur, dan Danang Events and Convention Association Vietnam.
Keberhasilan DTW Jatiluwih membawa pulang penghargaan internasional kembali menegaskan bahwa konsep pariwisata berkelanjutan berbasis budaya lokal masih menjadi daya tarik utama yang mendapat perhatian dunia. (ace).




