
Pacitan,jbm.co.id- Penanggulangan dampak bencana, perlu dilakukan secara pentahelix sistem. Keterlibatan semua elemen mutlak dibutuhkan, agar stabilitas sosial tetap terjaga.
Bukan hanya pemerintah, namun swasta dan masyarakat harus terlibat aktif dalam menanggulangi dampak kebencanaan. Baik bencana alam maupun non alam.
Seperti yang tengah berlangsung di Dusun Petonggero, Desa Penggung, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan.
Masyarakat bergotong-royong melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan sisa-sisa longsoran yang masih berserakan di jalan dan fasilitas umum.

“Ratusan warga membersihkan longsoran yang masih nampak menggunung sepanjang kurang lebih 25 meter dan lebar 15 meter.
Secara bergotong royong, mereka berbaur bahu-membahu dengan peralatan seadanya membersihkan sisa-sisa longsoran yang masih berserakan,” kata politikus Partai Golkar ini, Kamis (19/12).

Kepala Desa Penggung, Bolo Winarso, saat dihubungi secara terpisah menegaskan, sikap tanggap darurat selalu disiagakan.
Sebagai pemimpin tertinggi di desa, ia memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakatnya, yang masih menjaga dan melestarikan budaya gotong-royong. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Menurutnya gotong-royong merupakan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dengan penuh kesadaran, masyarakat berupaya agar aktivitas tidak terhenti. Meskipun hanya berupa jembatan darurat yang penting bisa di lewati, sebelum di ditangani dan di bangun permanen oleh Pemerintah Kabupaten.
Sebagai kepala desa, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat yang selalu menjaga kekompakan dan kegotong- royongan dalam mensukseskan agenda -agenda pemerintahan,” tutur Bolo.(Red/yun)




