Deflasi Menguat di Minggu Ketiga April 2026, Harga Pangan Turun Signifikan di Pacitan
"Penurunan harga ini didorong oleh melemahnya harga beberapa komoditas strategis"

Pacitan,JBM.co.id- Dinamika harga kebutuhan pokok di Kabupaten Pacitan kembali menunjukkan pergerakan yang menarik. Pada minggu ketiga April 2026, daerah ini mencatatkan deflasi sebesar 2,51 persen, sebuah angka yang mencerminkan penurunan harga yang cukup signifikan, terutama pada sejumlah komoditas pangan utama.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan, Ayub Setyo Budi, mengungkapkan bahwa penurunan harga ini didorong oleh melemahnya harga beberapa komoditas strategis. “Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi minggu ini adalah cabai rawit, daging sapi, dan telur ayam ras. Ketiganya mengalami penurunan harga yang cukup dalam dibandingkan minggu sebelumnya,” jelasnya, Senin (20/4/2026).
Secara nasional, capaian Indeks Perkembangan Harga (IPH) Pacitan pada minggu ketiga April menempatkan daerah ini di peringkat ke-326. Sementara itu, di tingkat Provinsi Jawa Timur, Pacitan berada di posisi ke-19, dan di Pulau Jawa menempati urutan ke-53. Posisi ini menunjukkan bahwa tekanan deflasi di Pacitan relatif sejalan dengan tren penurunan harga di berbagai daerah lainnya.
Jika ditarik lebih luas, kinerja IPH Pacitan menunjukkan variasi sepanjang tahun. Secara tahunan (year on year), IPH pada Maret tercatat minus 0,48 persen. Namun secara kumulatif tahun kalender (year to date), masih berada pada angka positif 0,80 persen. Adapun secara bulanan (month to month), IPH Maret mencatat inflasi sebesar 1,28 persen sebelum akhirnya berbalik menjadi deflasi pada April.
Perkembangan ini juga tercermin dalam pergerakan harga di tingkat komoditas. Pada minggu ketiga April, beberapa bahan pokok seperti minyak goreng dan gula pasir justru mengalami kenaikan. Sementara itu, komoditas lain seperti beras, minyakita, pisang, dan jeruk relatif stabil. Di sisi lain, penurunan harga terjadi pada sejumlah bahan pangan utama seperti daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.
Ayub menambahkan bahwa fluktuasi harga ini merupakan fenomena yang wajar dalam siklus pasar, terutama dipengaruhi oleh pasokan dan distribusi. “Kondisi ini perlu terus dimonitor agar stabilitas harga tetap terjaga, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Di tingkat provinsi, tren deflasi juga terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, dengan variasi tingkat penurunan yang berbeda. Pacitan sendiri termasuk dalam kelompok daerah dengan deflasi cukup dalam, meski belum menjadi yang terendah.
Secara umum, kondisi ini memberikan gambaran bahwa tekanan harga pada kelompok pangan sedang mengalami penyesuaian. Pemerintah daerah pun diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasar.
Dengan perkembangan ini, Pacitan memasuki sisa bulan April dengan tantangan sekaligus peluang dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama dalam mengendalikan inflasi dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.(Red/yun).




