BeritaDaerahPemerintahanPendidikanSosial

Dari Ruang Informasi ke Tapal Barat Pacitan: Jejak Pengabdian Bagus Nurcahyadi Saputro

"Media adalah ujung tombak informasi. Dari sanalah pemerintah dan masyarakat saling memahami. Sinergi harus dijaga agar Pacitan tetap teduh"

Pacitan,JBM.co.id-Senja di Pendopo Mas Tumenggung Djogokardjo malam itu seakan berjalan lebih pelan. Gerimis tipis turun perlahan, membasahi tanah, seolah ikut menyimak sebuah perjalanan pengabdian yang hendak berbelok arah.

Di antara percakapan lirih para pejabat, lantunan azan Isya tiba-tiba mengalun. Hening menyelimuti suasana. Percakapan terhenti, langkah-langkah tertahan. Kamis (15/1/2026) malam itu, panggilan Ilahi menjadi jeda batin sebelum amanah baru dititipkan.

Puluhan aparatur hadir, sebagian mengenakan seragam PDL, sebagian lain berbaju putih dengan tanda kepangkatan yang rapi. Mereka adalah para calon camat yang akan dilantik dan sejumlah pejabat yang bersiap dimutasi. Dari barisan itu, sosok Bagus Nurcahyadi Saputro tampak menonjol, bukan oleh gemerlap jabatan, melainkan oleh ketenangan sikap yang ia bawa.

Tatapannya teduh, langkahnya mantap. Selama hampir tiga tahun, ASN lulusan Sekolah Tinggi Kepamongprajaan ini mengabdi di Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan. Ia bertugas di ruang yang sunyi namun menentukan, ruang informasi. Ruang tempat kepercayaan publik dijaga, dan jembatan antara pemerintah dan masyarakat dirawat dengan kesabaran.

Bagi Bagus, media bukan sekadar mitra kerja. Ia adalah sahabat demokrasi. Pilar yang menjaga nalar publik tetap hidup dan sehat. Dalam setiap dinamika, ia memilih merangkul, bukan membentengi diri dengan ego sektoral.

“Media adalah ujung tombak informasi. Dari sanalah pemerintah dan masyarakat saling memahami. Sinergi harus dijaga agar Pacitan tetap teduh,” ungkapnya, baru-baru ini.

Sikap itulah yang membuatnya dikenal luas di kalangan jurnalis. Tak ada jarak antara media besar atau kecil, senior maupun junior. Semua diperlakukan setara, karena bagi Bagus, kebersamaan adalah fondasi utama membangun daerah tanpa kegaduhan.

Kepercayaan itu pula yang kemudian berbuah amanah. Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro, menugaskannya memimpin Kecamatan Donorojo, wilayah di ujung barat Pacitan yang menyimpan tantangan sekaligus harapan.

Maka, Bagus pun harus berpamitan dengan dunia yang selama ini lekat dengannya. Ruang rapat dan konferensi pers kini berganti dengan jalan desa, denyut warga, dan persoalan keseharian masyarakat. Di Donorojo, ia tak lagi sekadar pengelola informasi, melainkan penjaga kepercayaan publik di garis terdepan.

Gerimis malam itu telah lama reda. Namun langkah pengabdian Bagus Nurcahyadi Saputro, justru kian terang. Dari ruang informasi menuju tapal barat Pacitan, ia melangkah membawa satu keyakinan sederhana: jabatan hanyalah alat, pengabdian adalah tujuan.(Red/yun).

Selamat Bertugas di tempat kerja yang baru Bagus Nurcahyadi Saputro. S.STP, MPA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button