BadungBeritaDaerahPemerintahanPendidikan

Bawaslu Badung Raih Peringkat Kedua P2P Terbaik se-Bali Tahun 2026

Jbm.co.id-BADUNG | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Badung meraih apresiasi dari Bawaslu Provinsi Bali setelah berhasil menempati peringkat kedua dalam pelaksanaan Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) terbaik se-Bali Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan evaluasi pelaksanaan Program Pendidikan Pengawas Partisipatif yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Denpasar, Rabu, 10 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat beserta staf sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali.

Program Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi salah satu langkah strategis Bawaslu dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk mengawasi jalannya demokrasi dan proses pemilu secara aktif.

Dalam evaluasi tersebut, terdapat sejumlah indikator penilaian yang digunakan, di antaranya unsur peserta, pelaksanaan pembelajaran mandiri, serta pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar dalam menentukan kualitas pelaksanaan program P2P di masing-masing daerah.

Anggota Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, mengatakan bahwa evaluasi ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota dalam mengembangkan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

“Evaluasi ini menjadi ruang pembelajaran bersama agar kualitas pelaksanaan P2P semakin inovatif, adaptif, dan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat,” ujar Ketut Ariyani.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih Bawaslu Badung dalam pelaksanaan Program Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026.

“Kami sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan Bawaslu Provinsi Bali kepada Bawaslu Badung. Namun bagi kami, yang terpenting bukan hanya capaian peringkat, melainkan bagaimana program P2P mampu menghasilkan aksi nyata dan tindak lanjut yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Badung. Ke depan, kami akan terus mendorong lahirnya agen-agen pengawas partisipatif yang aktif menjaga kualitas demokrasi di lingkungannya masing-masing,” kata Rachmat Tamara.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Bawaslu Badung untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan pengawasan partisipatif dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Melalui evaluasi ini, Bawaslu Bali berharap Program Pendidikan Pengawas Partisipatif dapat terus berkembang di seluruh Kabupaten/Kota di Bali sehingga mampu memperkuat pengawasan Pemilu dan Pemilihan yang demokratis, berintegritas, serta berkelanjutan. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button