BeritaDaerah

Bansos Melenceng, Masyarakat Bisa Sampaikan Aduan. Ini Penjelasannya

Pacitan,jbm.co.id-Data penerima bantuan sosial (Bansos) kini, tak bisa asal-asalan.

Kementerian Sosial (Kemensos) RI, saat ini membuka jalur partisipasi bagi masyarakat untuk mengusulkan dan menyanggah penerima bantuan sosial (bansos) yang dinilai tidak tepat sasaran.

Melalui aplikasi Cek Bansos masyarakat dapat berkontribusi aktif dalam memastikan distribusi bansos berjalan lebih adil dan transparan.

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, saat melakukan kunjung kerja ke Surabaya menegaskan, pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembaruan data bansos yang sering kali dinamis.

“Ada jalur partisipasi yang jarang diketahui masyarakat. Di aplikasi ini, siapa saja bisa mengusulkan penerima baru atau menyanggah penerima yang dianggap tidak layak,” ujar Gus Ipul sapaan Mensos RI, Kamis (2/1/2025).

Mantan Wakil Gubernur Jatim ini menyebut aplikasi ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk melampirkan bukti, seperti foto rumah, kondisi keluarga, hingga pelanggan listrik.

Semua data yang masuk akan diverifikasi ulang oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan kebenarannya.

Gus Ipul juga memastikan data masyarakat yang menyanggah aman. “Yang penting bukan siapa yang melapor, tapi fakta dan bukti yang disampaikan. Identitas pelapor juga kami jamin aman,” jelasnya.

Menurut Gus Ipul, langkah ini menjadi bagian dari arahan Presiden RI untuk memperbaiki sistem bansos agar lebih tepat sasaran. Presiden juga menginstruksikan konsolidasi data dengan BPS untuk menghasilkan data tunggal pertama sejak Indonesia merdeka.

“Dengan data tunggal, seluruh program bansos bisa lebih terarah, mengurangi potensi salah sasaran,” tambahnya.

Saat ini, lanjutnya, proses finalisasi data bansos sudah berjalan selama dua bulan dan berada di tahap akhir. Meski begitu, Kemensos terus memantau dinamika data karena adanya perubahan, seperti warga yang meninggal, pindah tempat tinggal, atau perubahan kondisi ekonomi.

Dia juga mengakui adanya kasus salah sasaran di masa lalu. Salah satunya, sebuah keluarga di Surabaya yang seharusnya masih layak menerima bantuan tetapi justru terputus dari program.

“Keluarga ini memiliki tiga anak difabel dan hidup di rumah kontrakan. Kasus seperti ini menunjukkan pentingnya perbaikan data secara menyeluruh,” tuturnya.

Melalui pembaruan data berbasis partisipasi ini, pemerintah berharap bansos benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan fitur usul dan sanggah di aplikasi “Cek Bansos” agar keadilan sosial dapat terwujud.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button