Bencana AlamBeritaDaerahPemerintahanPendidikanSosial

Banjir Picu Sinkhole di Sisi Jembatan Arjosari Pacitan, Begini Penanganan dan Penjelasan Teknisnya

"Akibat adanya lubang di bawah, menarik urukan landasan jembatan sehingga dari atas ikut turun ke bawah dan membentuk lubang dengan kedalaman sekitar 4–5 meter"

Pacitan,JBM.co.id- Banjir yang melanda wilayah Pacitan menyebabkan munculnya sinkhole atau lubang besar di sisi Jembatan Arjosari KM 264+900. Lubang dengan kedalaman sekitar 4–5 meter itu terjadi akibat gerusan air yang merusak pondasi jembatan dan menarik material urukan dari bawah permukaan jalan.

Kepala UPT PJJ Wilayah Pacitan Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim, Budi Harisantoso, menjelaskan bahwa banjir menggerus bagian bawah konstruksi, terutama pada area oprit atau landasan pendekat jembatan. Ketika material tanah di bawah tergerus dan terbawa arus, terbentuk rongga kosong. Rongga inilah yang kemudian menyebabkan lapisan tanah di atasnya ambles dan membentuk lubang besar.

“Akibat adanya lubang di bawah, menarik urukan landasan jembatan sehingga dari atas ikut turun ke bawah dan membentuk lubang dengan kedalaman sekitar 4–5 meter,” ujarnya saat meninjau lokasi, Senin (16/2/2026).

Sebagai langkah awal, petugas langsung mengamankan lokasi agar tidak dilalui kendaraan. Lubang ditutup menggunakan terpal untuk mencegah air masuk dan memperparah erosi. Selain itu, sandbag atau karung berisi pasir dipasang di sekitar titik lubang guna menahan pergerakan tanah dan memperkuat area sekitar.

Langkah ini penting sebagai mitigasi risiko. Sinkhole yang tidak segera diamankan dapat melebar dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan berat yang memberikan beban besar pada permukaan tanah.

Untuk penanganan lanjutan, perbaikan akan dilakukan secara bertahap dan teknis. Pertama, pondasi jembatan yang berlubang akan diperkuat dan ditambal. Setelah itu dilakukan pengecoran guna mengisi rongga dan mengembalikan kekuatan struktur. Selanjutnya, area tersebut akan diuruk kembali dengan material pilihan yang dipadatkan secara bertahap. Tahap akhir adalah pengaspalan ulang permukaan jalan agar kembali layak dilalui.

Proses pemadatan menjadi kunci dalam tahap ini. Tanpa pemadatan yang optimal, tanah berisiko kembali turun akibat beban kendaraan dan infiltrasi air.

Budi Hari menjelaskan, secara teknis, sinkhole terjadi ketika tanah di bawah permukaan kehilangan daya dukungnya. Pada kasus ini, banjir berperan sebagai faktor utama. Aliran air yang deras mampu menggerus partikel tanah, terutama jika sistem drainase tidak mampu menampung debit air secara maksimal. Ketika rongga di bawah cukup besar, lapisan atas akhirnya runtuh.

Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya sistem drainase yang baik di sekitar infrastruktur jembatan, serta perlunya inspeksi rutin terutama setelah terjadi cuaca ekstrem. Perubahan iklim yang memicu intensitas hujan tinggi juga meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur jika tidak diantisipasi dengan perencanaan teknis yang matang.

Penanganan cepat dan perbaikan menyeluruh, diharapkan Jembatan Arjosari kembali aman dan berfungsi normal. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi pengaturan lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung.(Red/yun)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button