
Jbm.co.id-DENPASAR | Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Dharma Santi Nasional 2026 serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948.
Penunjukan ini menegaskan posisi Bali sebagai ruang strategis dialog spiritual, kebudayaan, dan kebangsaan di tingkat nasional.
Puncak Dharma Santi Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung di Taman Budaya Art Center Denpasar pada Jumat, 17 April 2026.
Agenda nasional ini diharapkan menjadi momentum simakrama, refleksi spiritual, sekaligus rekonsiliasi sosial umat Hindu dari seluruh Nusantara.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional I Nyoman Kenak, S.H., saat audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Kamis, 15 Januari 2026.
Wakil Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional I Nyoman Kenak, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”. Tema tersebut merepresentasikan pandangan universal tentang persaudaraan umat manusia dalam satu tatanan kehidupan bersama.
Dalam konteks kebangsaan, tema ini dinilai sejalan dengan nilai kebhinekaan dan persatuan nasional, sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan inklusif dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman.
Dharma Santi Nasional 2026 juga direncanakan mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir.
Kehadiran kepala negara diharapkan memperkuat makna acara sebagai ruang silaturahmi lintas daerah dan refleksi kebangsaan umat Hindu. “Selain Dharma Santi Nasional, kami juga merencanakan tiga agenda besar di Bali, termasuk ada kegiatan sosial juga di Sumatera,” tegas Nyoman Kenak yang juga Ketua PHDI Bali.
Usai audiensi, Kenak mengungkapkan dukungan penuh Gubernur Bali terhadap pelaksanaan kegiatan ini. “Pak Gubernur juga mendukung tempat, dekorasi, lighting, termasuk snack,” tandasnya.
Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional 2026 Marsda TNI (Purn.) I Made Susila Adnyana, S.I.P., S.H., M.Hum., turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat Śraddhā dan Bhakti umat Hindu dalam kehidupan spiritual maupun sosial.
Sekretaris Umum Panitia I Made Sunarsa, S.E., M.E., menambahkan bahwa rangkaian Dharma Santi Nasional 2026 tidak hanya terpusat di Bali. Sejumlah kegiatan berbasis Tri Hita Karana juga digelar, seperti bakti sosial dan bakti kesehatan di Sumatera, penanaman pohon serentak nasional, seminar kebangsaan, hingga donor darah lintas komunitas. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dan perhatian beliau,” tegas Sunarsa.
Peluncuran Dharma Santi Nasional 2026 akan dirangkai dengan perayaan Siwaratri di Candi Prambanan, D.I. Yogyakarta, Sabtu, 17 Januari 2026. Sementara itu, Tawur Agung Kesanga akan dilaksanakan di lokasi yang sama, pada 18 Maret 2026.
Selain puncak acara di Denpasar, Bali juga menjadi lokasi agenda besar lainnya, seperti Makerti Ayuning Segara di Danau Buyan atau Danau Batur pada 8 Maret 2026 serta seminar nasional pada 2 April 2026 yang membahas peran nilai spiritual dan budaya dalam menjawab tantangan kebangsaan. (red).




