Kapendam IX/ Udayana Ungkap Fakta Soal Viral Ranpur Anoa Terparkir di Area Student Center Universitas Udayana

Jbm.co.id-DENPASAR | Kodam IX/Udayana menjelaskan keberadaan kendaraan tempur (Ranpur) Anoa bernomor 9557-IX yang sempat terparkir di area Student Center Universitas Udayana (Unud).
Penempatan Kendaraan tersebut di kawasan kampus Unud untuk mendukung pelaksanaan tugas pengamanan Very Very Important Person (VVIP).
Penjelasan itu disampaikan Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menanggapi unggahan di media sosial Instagram yang memperlihatkan Ranpur Anoa terparkir di area kampus Universitas Udayana.
“Benar, Ranpur Anoa tersebut merupakan kendaraan yang disiapkan untuk mendukung tugas pengamanan VVIP. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, setelah melaksanakan Apel Gelar Pasukan di Makorem, kendaraan bergerak menuju titik penempatan sesuai arahan unsur pengamanan VVIP,” kata Kolonel Inf Amrizal Nasution.
Amrizal menerangkan, kendaraan tempur tersebut tiba di area parkir Universitas Udayana sekitar pukul 10.00 WITA. Penempatan dilakukan karena lokasi pos pengamanan yang dituju tidak memiliki area parkir memadai.
Area parkir kampus dipilih karena jaraknya relatif dekat dengan lokasi posyandu. Menurutnya, penempatan kendaraan itu juga telah memperoleh izin dari petugas keamanan dan dosen Universitas Udayana.
“Penempatan kendaraan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian teknis di lapangan untuk mendukung pelaksanaan tugas pengamanan. Selanjutnya, penempatan dan pergerakan kendaraan tetap mengikuti arahan unsur yang bertanggung jawab dalam pengamanan VVIP,” tambahnya.
Bergerak ke Karangasem
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, Ranpur Anoa tersebut bergerak menuju markas kompi untuk melakukan pengisian bahan bakar. Setelah itu, kendaraan melanjutkan perjalanan menuju Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem, untuk menempati kedudukan pengamanan VVIP sesuai arahan yang telah ditentukan.
Kapendam menegaskan, keberadaan kendaraan tempur di area parkir Universitas Udayana berkaitan dengan kebutuhan operasional pengamanan VVIP dan bukan untuk kepentingan di luar tugas kedinasan.
Ia juga menghimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijak, terutama ketika unggahan yang beredar belum menyajikan kronologi kejadian secara utuh.
“Kami menghimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijak dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari unggahan yang belum menyajikan kronologi secara utuh. Apabila membutuhkan penjelasan lebih lanjut, masyarakat dapat mengacu pada keterangan resmi dari pihak terkait,” pungkasnya.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




