
Jbm.co.id-DENPASAR | Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Provinsi Bali terus memperluas gerakan donor darah rutin dengan menggandeng berbagai komunitas dan organisasi kemasyarakatan.
Terbaru, PDDI Bali berkolaborasi dengan Laskar Bali Shanti (LBS) menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 LBS di Lapangan Bajra Sandhi, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut diikuti sebanyak 200 peserta. Ketua PDDI Provinsi Bali, Ketut Pringgantara, mengatakan donor darah tersebut merupakan bagian dari program PDDI Bali sekaligus momentum memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan.
“Kami dari PDDI Bali berkolaborasi dengan Laskar Bali Shanti (LBS) lakukan donor darah di Lapangan Bajra Sandhi Renon. Itu peserta donor 200 orang sebagai satu program PDDI Bali, dalam rangka memperingati HUT ke-25 Lakskar Bali Shanti,” kata Ketut Pringgantara.
Menurutnya, kegiatan donor darah bersama LBS menjadi salah satu strategi PDDI Bali untuk memperluas basis pendonor. Sasaran program tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga Keluarga Besar Laskar Bali Shanti.
Ketut Pringgantara berharap donor darah tidak hanya dilakukan ketika persediaan darah menipis atau dalam kondisi darurat. Donor darah, kata dia, perlu dibangun menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin dan sukarela.
“PDDI Bali aangat aktif menggalang aksi kemanusiaan dan mendorong donor darah menjadi gaya hidup (lifestyle) di Bali,” terangnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, PDDI Bali juga aktif melakukan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya donor darah sebagai kegiatan kemanusiaan yang dapat dilakukan secara berkala.
“Kami kerap hadir langsung untuk memberikan sosialisasi bahwa donor darah dapat menjadi lifestyle sehat yang bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk Keluarga Besar Laskar Bali Shanti,” kata Ketut Pringgantara.
Selain masyarakat umum, PDDI Bali turut menyasar generasi muda dengan menggandeng institusi pendidikan, mahasiswa, hingga kelompok milenial. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas basis pendonor sekaligus membangun karakter positif di kalangan generasi muda.
“Kami juga sasar generasi muda mennggandeng institusi pendidikan, mahasiswa, dan kaum milenial untuk membentuk karakter positif dan menjauhkan mereka dari dampak negatif seperti narkotika,” kata Ketut Pringgantara.
Menurut Ketut Pringgantara, gerakan donor darah secara rutin penting untuk menjaga stabilitas pasokan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) RS Ngoerah maupun UTD PMI.
Ketersediaan darah sangat dibutuhkan untuk berbagai kondisi medis, mulai dari pasien leukemia, kanker, ibu melahirkan, hingga korban kecelakaan yang menjalani perawatan di rumah sakit di Bali.
Oleh karena itu, PDDI Bali mendorong masyarakat menjadikan donor darah sebagai aktivitas sukarela yang dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hingga tiga bulan sekali.
Upaya memperluas basis pendonor juga dilakukan PDDI Bali dengan menggandeng jaringan hotel di Bali. Sektor perhotelan dinilai memiliki potensi besar karena memiliki jumlah tenaga kerja yang banyak serta menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah maupun negara.
“Kami juga berkolaborasi dengan jaringan hotel yang dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas basis pendonor di Bali. Selain jumlah tenaga kerja yang besar, hotel juga menjadi tempat berkumpulnya wisatawan dari berbagai daerah dan negara. Dengan jaringan hotel yang luas, kami beeharap program ini mampu mengamankan pasokan kantong darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI. Stok yang stabil sangat krusial bagi pasien leukemia, kanker, ibu melahirkan, serta korban kecelakaan di rumah sakit seluruh Bali tanpa harus membebani keluarga pasien untuk mencari pendonor pengganti,” tutupnya.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




