BeritaDaerahKesehatanOlahragaOpiniPemerintahanPendidikanPolitik

Dari Arena Silat ke Birokrasi, Ki Gondo Mono Dorong Daru Mustikoaji Masuk Bursa Sekda Pacitan 2027

"Perjalanan seorang birokrat semestinya tidak hanya diukur dari satu bidang keahlian"

Pacitan,JBM.co.id-Solidaritas sesama pendekar tidak berhenti di arena. Nilai persaudaraan, saling menguatkan, dan memberi ruang bagi kader untuk berkembang juga tercermin dalam perjalanan karier di luar gelanggang.

Hal itu tergambar dari dukungan Ki Gondo Mono kepada yuniornya, dr. Daru Mustikoaji, yang dinilainya memiliki pengalaman dan kapasitas untuk dipertimbangkan dalam proyeksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan pada 2027.

Bagi Gondo Mono, perjalanan seorang birokrat semestinya tidak hanya diukur dari satu bidang keahlian. Pengalaman, rekam jejak, kemampuan memimpin, serta pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan menjadi bagian penting dalam melihat kesiapan seseorang menduduki jabatan strategis.

Ia menilai Daru memiliki pengalaman panjang di lingkungan birokrasi. Latar belakangnya sebagai dokter, menurut Gondo, justru menjadi salah satu pengalaman yang memperkaya perspektifnya dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji. (Doc).
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji. (Doc).

“Bukan hanya mahir mengobati orang sakit tapi juga mumpuni memimpin birokrasi. Karena itu tak salah jika dr. Daru bisa diproyeksikan sebagai calon Sekda,” ujar Gondo Mono, Jumat (18/9).

Menurutnya, pengalaman memimpin birokrasi membutuhkan kemampuan membaca persoalan secara menyeluruh, mengambil keputusan, membangun komunikasi, serta mengelola sumber daya manusia. Kompetensi semacam itu tidak lahir dalam waktu singkat, melainkan tumbuh melalui proses pengabdian dan pengalaman panjang.

Dukungan Gondo terhadap Daru juga dapat dimaknai sebagai bentuk solidaritas antarsesama pendekar. Di tengah semangat kompetisi, persaudaraan tetap memiliki tempat untuk memberi dorongan kepada kader yang dinilai memiliki kapasitas.

Namun demikian, proyeksi menuju jabatan Sekda tetap merupakan bagian dari proses birokrasi yang memiliki mekanisme dan ketentuan tersendiri. Prinsip meritokrasi menjadi penting agar setiap kandidat dinilai berdasarkan kompetensi, rekam jejak, integritas, pengalaman, serta kesesuaian dengan kebutuhan organisasi pemerintahan.

Dengan demikian, dukungan personal maupun solidaritas persaudaraan dapat menjadi energi positif, sementara penentuan pejabat pada akhirnya tetap berpijak pada proses dan ukuran profesional yang berlaku.

Bagi Gondo Mono, yang terpenting adalah memberi kesempatan kepada putra-putri terbaik daerah untuk menunjukkan kapasitasnya. Sebab, birokrasi yang kuat membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga pengalaman, keteladanan, dan keberanian mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat.

Daru Mustikoaji kini disebut sebagai salah satu nama yang layak diperbincangkan dalam konteks tersebut.

Perjalanan menuju 2027 masih panjang, dan dinamika birokrasi akan terus berkembang. Namun satu hal yang menjadi pesan dari dukungan itu: pengalaman dan kapasitas patut mendapat ruang, sementara persaudaraan hendaknya tetap menjadi kekuatan untuk saling mendorong dalam pengabdian.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button