BaliBeritaDaerahDenpasarKesehatanSosial

Made Sada Salurkan Bantuan Rp15 Juta, Perlengkapan Bayi dan Sembako Aksi Nyata Demokrat Bali Peduli Bayi Terlantar di Yayasan Sayangi Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Bali kembali mewujudkan peduli sosial melalui aksi kemanusiaan.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Sada bersama tokoh Srikandi Demokrat Bali Utami Dwi Suryadi dan jajaran pengurus mengunjungi Yayasan Sayangi Bali di Jalan Subak Dalem Nomor 5, Denpasar, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Demokrat Bali menyalurkan bantuan berupa perlengkapan bayi, sembako, kebutuhan pokok serta uang tunai dan transfer dengan total mencapai Rp15 juta.

Made Sada mengatakan, kehadiran Demokrat Bali bersama Srikandi Demokrat dan panitia merupakan bentuk aksi sosial kemanusiaan untuk membantu Yayasan Sayangi Bali yang selama ini fokus menangani bayi terlantar serta anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus.

Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-25 Partai Demokrat yang puncaknya akan digelar secara nasional di Jakarta pada 9 September 2026.

Menurut Made Sada, Demokrat Bali mengapresiasi dedikasi Ketua Umum Yayasan Sayangi Bali, Dewa Putu Wirata, yang secara konsisten menjalankan aksi sosial kemanusiaan dalam merawat anak-anak yang membutuhkan.

Made Sada menilai semangat tersebut sejalan dengan nilai Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia dan alam lingkungan.

“Selain pengurus di kawasan ini, kami juga ingin mengambil peran untuk membantu pemerintah agar lebih memperhatikan tempat-tempat seperti ini, sehingga para penyandang disabilitas mendapatkan perhatian yang maksimal,” kata Made Sada.

Made Sada menegaskan, bantuan yang diberikan tidak semata-mata dinilai berdasarkan besar kecilnya nominal.

m

Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah kehadiran organisasi ditengah masyarakat serta kepedulian terhadap persoalan sosial.

Menariknya, aksi sosial tersebut dilakukan secara spontan. Setelah kegiatan donor darah yang digelar DPD Demokrat Bali pada Jumat (4/9/2026) malam, jajaran pengurus berinisiatif melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Yayasan Sayangi Bali.

“Selain bantuan dari Pak Ruspandi, Ibu Sri, dan Pak Bayu Gustan, kami juga mengumpulkan iuran sukarela dari rekan-rekan hingga terkumpul dana cash sebesar Rp5 juta ditambah dana transfer Rp10 juta. Jadi, totalnya Rp15 juta. ​Semoga bantuan ini dapat bermanfaat. Untuk Pak Dewa, tetap semangat dalam memperjuangkan dan mengasuh anak-anak yang membutuhkan bantuan disini. Terima kasih banyak, matur suksma,” kata Made Sada.

Demokrat Bali Dorong Peduli Anak Terlantar

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Sayangi Bali Denpasar, Dewa Putu Wirata menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Partai Demokrat Bali yang telah hadir dan memberikan bantuan dalam rangkaian HUT ke-25 Partai Demokrat.

Dewa Putu Wirata menjelaskan, Yayasan Sayangi Bali secara khusus bergerak dalam penanganan bayi terlantar. Menurutnya, secara garis besar terdapat dua kategori bayi terlantar yang ditangani yayasan.

Pertama, bayi yang dibuang atau ditinggalkan di jalan maupun tempat umum. Kedua, bayi yang dilahirkan di rumah sakit kemudian ditinggalkan atau orang tuanya pergi tanpa membawa bayi tersebut.

“Tapi, secara hukum semua itu adalah pidana. Jadi, kalau memang yang dibuang di jalan berarti masyarakat pasti akan melapor dulu kepada polisi. Nah, polisi menyelidiki kasusnya, terus bayinya akan ditangani dulu oleh Dinas Sosial, dibawa ke faskes terdekat. Setelah itu, nanti akan hadir Dinas Sosial di daerah setempat, berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi. Nah, Dinas Sosial Provinsi baru akan berkoordinasi dengan kita disini di Yayasan Sayangi Bali,” terangnya.

Dewa Putu Wirata mengatakan, Yayasan Sayangi Bali merupakan yayasan swasta pertama di Bali yang secara resmi bermitra dengan Dinas Sosial untuk menangani bayi terlantar.

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan perundang-undangan, anak terlantar merupakan tanggung jawab negara, termasuk Kementerian Sosial serta Dinas Sosial di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Namun, karena belum terdapat divisi khusus penanganan bayi di Dinas Sosial Provinsi Bali, Yayasan Sayangi Bali berupaya mengisi ruang tersebut melalui peran lembaga swasta.

Selama lebih dari 10 tahun berdiri, Yayasan Sayangi Bali telah menangani sekitar 90 bayi. Saat ini terdapat 11 bayi dan tiga anak yang tinggal di yayasan tersebut. Sedangkan, dua diantaranya memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas berat.

Andalkan Perawat Profesional

Dalam memberikan pelayanan, Yayasan Sayangi Bali berkomitmen memberikan perawatan terbaik kepada anak-anak. Seluruh pengasuh di yayasan tersebut merupakan perawat medis terampil. Hal ini dinilai penting lantaran bayi terlantar yang datang sering kali memiliki kondisi kesehatan khusus, seperti lahir prematur, kelainan organ hingga membutuhkan perawatan intensif.

Selain perawatan kesehatan, yayasan juga berupaya memenuhi hak pendidikan serta kebutuhan fasilitas dan kesejahteraan anak.

Dewa Putu Wirata mengungkapkan, Yayasan Sayangi Bali tidak memiliki donatur tetap.

Meski demikian, Dewa Putu Wirata bersyukur selalu ada bantuan dari para dermawan sehingga operasional yayasan tetap berjalan, termasuk menggaji 10 tenaga perawat dan memenuhi kebutuhan anak-anak.

Karena itu, Dewa Putu Wirata kembali menyampaikan apresiasi kepada Demokrat Bali atas aksi nyata peduli sosial.

“​Masalah sosial tidak akan pernah ada habisnya, tetapi dengan kehadiran, doa, dan dukungan Bapak/Ibu sekalian, kami merasa tidak berjuang sendiri. Saya pribadi hanyalah perantara. Percayalah bahwa setiap anak yang lahir sudah membawa garis tangan dan rezekinya masing-masing,” pungkasnya.

Reporter: Ace Wiguna

Redaktur: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button