Seminar Motivasi dan Parenting Kelas IX, Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua Dampingi Generasi Muda
"Perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda saat ini"

Pacitan,JBM.co.id-Masa kelas IX menjadi salah satu fase penting bagi siswa sebelum melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya. Tidak hanya membutuhkan kesiapan akademik, para siswa juga dituntut memiliki mental yang kuat, karakter yang baik, serta keberanian untuk mengejar cita-cita.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Motivasi dan Parenting Kelas IX SMP Negeri 1 Pacitan, Jumat (4/9/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT SMP Negeri 1 Pacitan itu diikuti seluruh siswa kelas IX bersama orang tua atau wali murid, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, hadir mewakili Bupati Pacitan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Dalam sambutan Bupati Pacitan yang disampaikan Prayitno, para siswa kelas IX diajak memandang masa depan dengan penuh optimisme. Sebab, setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMP, mereka akan memasuki tahapan baru yang membawa tantangan sekaligus peluang lebih besar.
“Anak-anak harus memiliki semangat untuk bermimpi, keberanian untuk bercita-cita dan kesungguhan untuk berusaha mewujudkannya. Jangan takut bermimpi tinggi dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan,” pesan Bupati.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda saat ini. Di satu sisi, kemajuan tersebut membuka ruang luas bagi siswa untuk belajar, berkreasi, berkarya, dan mengembangkan prestasi. Namun di sisi lain, teknologi juga dapat menjadi tantangan apabila tidak digunakan secara bijak.
Karena itu, para siswa diingatkan agar mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif. Di tengah derasnya arus informasi, mereka perlu memiliki kemampuan untuk memilih, memilah, dan menggunakan teknologi sebagai sarana pengembangan diri.
Selain mengejar prestasi, para siswa juga diminta untuk tetap menjunjung nilai-nilai karakter. Menghormati orang tua dan guru, menjaga pergaulan, disiplin dalam belajar, serta membangun akhlak yang baik menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka menuju masa depan.
Orang Tua Punya Peran Besar
Tidak hanya memberikan pesan kepada siswa, Bupati Pacitan juga menaruh perhatian pada peran orang tua dalam proses tumbuh kembang anak.
Pendidikan, menurutnya, bukan semata-mata tanggung jawab sekolah. Pembentukan karakter dan masa depan anak membutuhkan kerja bersama antara keluarga, sekolah, dan pemerintah.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan fasilitas, tetapi juga membutuhkan perhatian, kasih sayang, keteladanan, komunikasi, dan kepercayaan dari orang tuanya,” ungkapnya.
Orang tua pun diharapkan tidak menjadikan capaian akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan anak. Lebih dari sekadar nilai, anak membutuhkan ruang untuk didengar, dipahami, dan dipercaya.
Orang tua perlu membuka komunikasi agar anak leluasa menyampaikan perasaan maupun persoalan yang sedang dihadapi. Pada saat yang sama, anak juga perlu diberi kesempatan untuk mengenali serta mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya.
Pendekatan tersebut dinilai penting, terlebih bagi siswa kelas IX yang tengah berada dalam fase peralihan menuju pendidikan menengah. Dukungan keluarga dapat menjadi sumber kekuatan bagi anak ketika menghadapi tekanan, keraguan, maupun berbagai pilihan yang akan menentukan langkah berikutnya.
Apresiasi untuk Guru dan Tenaga Kependidikan
Dalam kesempatan itu, Bupati Pacitan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 1 Pacitan yang selama ini telah mendedikasikan diri dalam mendidik dan membimbing para siswa.
Guru dinilai memiliki posisi strategis dalam perjalanan pendidikan anak. Perannya bukan hanya menyampaikan pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik.
“Sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah harus terus diperkuat untuk menciptakan generasi Pacitan yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki akhlak yang baik,” tegasnya.
Semangat tersebut menjadi benang merah kegiatan seminar. Sekolah dan keluarga diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam mendampingi anak. Sebaliknya, komunikasi dan kolaborasi perlu terus dibangun agar setiap siswa mendapatkan dukungan yang utuh dalam proses pendidikannya.
Di penghujung sambutan, Bupati mengajak seluruh siswa untuk terus belajar, bekerja keras, berdoa, dan tidak takut menghadapi kegagalan. Setiap tantangan hendaknya dipandang sebagai bagian dari proses untuk tumbuh dan menjadi pribadi yang lebih kuat.
Para siswa juga diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, meraih cita-cita, sekaligus tumbuh menjadi generasi yang kelak mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
Seminar motivasi dan parenting tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial. Lebih jauh, forum tersebut menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi siswa menghadapi tahapan pendidikan selanjutnya.
Dalam rangkaian kegiatan HUT SMP Negeri 1 Pacitan, Bupati Pacitan juga menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar sekolah. Ia berharap SMP Negeri 1 Pacitan semakin maju, terus menorehkan prestasi, dan konsisten melahirkan generasi unggul yang membawa nama baik Kabupaten Pacitan.(Red/yun).




