
Jbm.co.id-BADUNG | Badan Kerja Sama (BKS) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kabupaten Badung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 di Wantilan Pura Lingga Bhuana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Puncak perayaan HUT ke-26 BKS LPD Badung tersebut dirangkai dengan kegiatan jalan santai. Kegiatan mengusung tema “26 Tahun BKS LPD Badung Mengabdi, Bersinergi dalam Harmoni Wujudkan LPD Sehat, Kuat, Berkelanjutan, Desa Adat Berdaulat” dan bersinergi dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Umum BKS LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., memberikan apresiasi atas perjalanan BKS LPD Badung selama 26 tahun.
Menurutnya, perayaan tersebut memiliki makna filosofis kuat dan mendalam. Angka 2 dimaknai sebagai Rwa Bhineda, sedangkan angka 6 dikaitkan dengan Sad Ripu. Filosofi tersebut menjadi pengingat agar LPD mampu melihat berbagai kondisi secara seimbang dan terus menjaga kesehatan LPD.
Nyoman Cendikiawan juga mengapresiasi kontribusi LPD atas keberadaan Desa Adat. Dari 1.439 LPD yang tersebar di Bali, keberadaan LPD dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pelestarian seni, adat dan budaya Bali serta memperkuat penerapan konsep Tri Hita Karana.
Selain itu, LPD berperan dalam membuka lapangan pekerjaan dan menjadi bagian penting dalam perekonomian masyarakat Desa Adat.
“Karena apapun namanya LPD itu LPD Bali, bukan hanya LPD Kabupaten/ Kota, tetapi LPD Bali. Dengan segala suka dukanya, sinergi dengan pemerintah, relasi dan juga sinergi dengan media, juga para pembina, terutama tokoh-tokoh masyarakat,” paparnya.
Nyoman Cendikiawan menyebut sekitar 31 persen aset LPD di Bali berada di Kabupaten Badung. Namun, besarnya aset bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, karena kesehatan LPD tetap menjadi hal utama.
“Tetapi yang kecil-kecil sesuai dengan potensi di Kabupaten juga, yang penting LPD sehat,” harapnya.
122 LPD Aktif di Badung
Ketua Pengurus BKS LPD Badung I Wayan Sudiarta menyebutkan hingga saat ini terdapat 122 LPD aktif di Kabupaten Badung. Sementara itu, 7 LPD masih belum dapat beroperasi, karena persoalan internal.
“Astungkara koordinasi kami di internal, baik dengan BKS LPD, sudah terbangun dengan baik,” ujarnya.
Dari sisi aset, LPD di Kabupaten Badung kini telah mencapai sekitar Rp11 triliun. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator besarnya peran LPD dalam perekonomian daerah.
Ditengah perkembangan bank digital, BKS LPD Badung juga mulai memperkuat transformasi digital. Sejumlah LPD telah melakukan digitalisasi layanan sekaligus meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan dan studi banding.
“Nah, kebetulan kita di Badung sudah ada beberapa teman kita jadi pilot project, terutama pak Ketua Panitia sudah melakukan hampir full digitalisasi dengan menerapkan QRIS, M-Pay LPD, SMS banking dan pelayanan secara online sekarang,” urainya.
Wayan Sudiarta berharap momentum HUT ke-26 semakin memperkuat kekompakan seluruh pengelola dan karyawan LPD se-Badung.
“Astungkara, sudah bisa menjaga kepercayaan masyarakat dengan tumbuh dan membaiknya kondisi pengelolaan LPD se-Badung sampai saat ini,” kata Wayan Sudiarta.
Bupati Badung Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa turut mendukung penguatan eksistensi LPD di Kabupaten Badung.
Menurutnya, pengembangan LPD tidak cukup hanya melalui dukungan permodalan, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan ekosistem ekonomi.
Ekosistem tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong kesejahteraan.
Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung untuk menciptakan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus investor.
“Kalau ini semua terjadi, maka akan dampaknya terjadi apa? Terjadi ekonomi akan tumbuh, akan berdampak pada pendapatan masyarakat, Badung khususnya, dan Bali secara umum,” ujarnya.
Bupati Adi Arnawa juga menyoroti peluang pengembangan sektor pertanian yang terintegrasi dengan pariwisata.
Menurutnya, pariwisata merupakan pasar besar yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai sektor, termasuk pangan dan transportasi.
“Karena pariwisata ini kan merupakan pasar besar kita, pasar internasional kita. Yang memang harus dimanfaatkan dan pasar internasional ini membutuhkan berbagai hal. Apakah itu pangan, ya kan? Apakah transportasi, ya? Termasuk yang lain. Sehingga oleh karena inilah yang saya jaga dulu. Inilah yang saya jaga dulu. Itu cara berpikir kami untuk bagaimana ada keberpihakan kami kepada semua entitas yang ada di Badung,” urainya.
Selain infrastruktur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung juga menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan. Program tersebut antara lain dilakukan melalui pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi serta anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Bagaimana kita menjadi satu daerah yang mempunyai daya saing ketika SDM-nya tidak ada. Ya kan? Ini juga kami lakukan. Bapak bisa lihat program kami terakhir sekarang memberikan kesempatan beasiswa kepada anak-anak SMA yang sekolah di Badung yang berprestasi, termasuk memberikan beasiswa kepada anak-anak kita yang kurang mampu orangtuanya di Badung S1. Ini khan bagian daripada misi kami untuk meningkatkan derajat pendidikan,” tutupnya. (ace).



