BeritaDaerahPemerintahanPendidikanPolitikSosial

Effendi Budi Wirawan Dan Sempalan Golkar Pacitan Merapat ke Gerindra, Peta Politik Pacitan Diprediksi Mulai Bergeser

"Pengalaman panjang yang dimiliki mantan tokoh Golkar tersebut diyakini dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas basis dukungan masyarakat"

Pacitan,JBM.co.id-Dinamika politik di Kabupaten Pacitan kembali menghangat menjelang tahapan politik berikutnya. Salah satu tokoh senior Partai Golkar, Effendi Budi Wirawan, yang selama ini menjabat sebagai Dewan Penasihat DPD Golkar Pacitan, hampir dipastikan akan bergabung dengan Partai Gerindra.

Perpindahan tersebut bukan sekadar langkah politik personal. Sejumlah kader dan pengurus kecamatan yang selama ini berada dalam barisan Effendi Budi disebut turut mengambil langkah serupa dengan berlabuh ke partai berlambang Burung Garuda itu. Fenomena ini dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang lazim terjadi ketika arah perjuangan politik mengalami perubahan.

Bendahara DPD Partai Gerindra Kabupaten Pacitan, Sediono, membenarkan adanya komunikasi intensif sekaligus konsolidasi yang melibatkan Effendi Budi bersama sejumlah tokoh politik senior.

“Malah sejumlah Pengurus Kecamatan Golkar yang selama ini berada di barisan Pak Effendi Budi juga ikut hengkang dan bergabung ke Gerindra,” ujar Sediono, Selasa (21/7/2026).

Politikus yang akrab disapa Gus Dion itu menilai kehadiran Effendi Budi akan memberikan nilai tambah bagi Gerindra. Pengalaman panjang yang dimiliki mantan tokoh Golkar tersebut diyakini dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas basis dukungan masyarakat.

Bahkan, menurut Gus Dion, komunikasi yang dilakukan tidak hanya melibatkan jajaran pengurus Gerindra, tetapi juga para sesepuh politik Pacitan yang memiliki rekam jejak panjang di Partai Golkar, termasuk beberapa mantan anggota DPRD Kabupaten Pacitan.

“Kami berharap Pak Budi dapat menjadi nahkoda di Gerindra Pacitan. Hari ini kami melakukan koordinasi bersama jajaran Gerindra dan para sesepuh yang pernah bergabung di Golkar. Ada juga mantan anggota DPRD Pacitan yang ikut hadir,” katanya.

Lebih jauh, Gus Dion menegaskan bahwa keputusan Effendi Budi bergabung dengan Gerindra tidak didorong oleh kepentingan pragmatis untuk mengejar jabatan politik, baik sebagai calon kepala daerah maupun anggota legislatif. Menurutnya, pilihan tersebut lebih dilandasi kesamaan visi dan keyakinan terhadap arah pembangunan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut, Effendi Budi memiliki komitmen untuk ikut mengawal berbagai program strategis pemerintah melalui jalur politik di Partai Gerindra.

“Yang jelas, Pak Budi menjadi suplemen politik bagi Gerindra dalam menghadapi Pileg dan Pilkada ke depan,” tegasnya.

Masuknya Effendi Budi beserta sejumlah loyalisnya diperkirakan akan membawa warna baru dalam konfigurasi politik Pacitan. Selain memperkuat posisi Gerindra sebagai salah satu kekuatan politik utama, perpindahan ini juga menjadi sinyal bahwa peta koalisi dan dukungan di tingkat akar rumput mulai mengalami pergeseran.

Dalam sistem demokrasi, perpindahan kader antarpartai merupakan hak politik setiap warga negara sepanjang dilakukan sesuai mekanisme organisasi dan peraturan perundang-undangan.

Yang terpenting, setiap langkah politik diharapkan tetap berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat, memperkuat kualitas demokrasi, serta menghadirkan kompetisi politik yang sehat demi kemajuan Kabupaten Pacitan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button