BeritaDaerahEkonomiPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Festival Ronthek 2026 Gerakkan Ekonomi Rakyat, Parkir Swadaya Karang Taruna Ikut Panen Rezeki

"Keberadaan petugas parkir bukan semata-mata menarik uang parkir secara sukarela, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban lalu lintas. Dengan ribuan pengunjung yang memadati kawasan festival, penataan kendaraan menjadi faktor penting agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar"

Pacitan,JBM.co.id-Festival Ronthek 2026 tak hanya menjadi panggung pelestarian seni dan budaya khas Pacitan, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat. Ribuan pengunjung yang memadati kawasan Pendopo Kabupaten Pacitan sejak 17 hingga 19 Juli 2026 besok, menghadirkan berkah bagi berbagai sektor ekonomi, mulai dari pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga pengelola parkir swadaya.

Salah satu dampak nyata dirasakan para anggota karang taruna yang dipercaya mengelola parkir di sekitar venue utama festival. Lonjakan jumlah kendaraan selama perhelatan berlangsung membuat aktivitas parkir meningkat signifikan dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para pemuda setempat.

Erwin, salah seorang petugas parkir di kawasan timur Pendopo Kabupaten Pacitan, mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme masyarakat yang datang menyaksikan Festival Ronthek.

“Alhamdulillah roda ekonomi masyarakat berputar, termasuk kami yang menjadi petugas parkir ikut panen rezeki,” ujarnya saat ditemui di lokasi parkir, Sabtu (18/7/2026) malam.

Menurut Erwin, keberadaan petugas parkir bukan semata-mata menarik uang parkir secara sukarela, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban lalu lintas. Dengan ribuan pengunjung yang memadati kawasan festival, penataan kendaraan menjadi faktor penting agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

“Kami ikut mengatur dan menata kendaraan yang berjajar di bahu jalan supaya tetap rapi. Dengan begitu arus lalu lintas tetap lancar dan tidak terjadi kemacetan,” jelasnya.

Ia menilai, penyelenggaraan festival budaya seperti Ronthek tidak hanya memiliki nilai edukasi dan pelestarian tradisi, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Perputaran uang yang tercipta selama acara berlangsung mampu menghidupkan berbagai sektor usaha masyarakat.

Karena itu, Erwin berharap agenda serupa dapat terus digelar secara rutin dengan skala yang semakin besar. Menurutnya, semakin banyak event yang menghadirkan wisatawan dan pengunjung ke Pacitan, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Festival Ronthek 2026 menjadi bukti bahwa sebuah perayaan budaya tidak hanya menjaga warisan tradisi tetap hidup, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Ketika budaya, pariwisata, dan partisipasi masyarakat berjalan beriringan, manfaatnya tidak hanya dirasakan di atas panggung pertunjukan, melainkan juga mengalir hingga ke kantong-kantong ekonomi warga yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button