Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Ikut Hadiri Festival Ronthek Di Malam Kedua
"Festival Ronthek bukan sekadar pertunjukan seni. Event budaya yang telah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) itu merupakan ruang untuk merawat identitas, memperkuat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah"

Pacitan,JBM.co.id-Denting bambu yang berpadu dengan tabuhan ritmis kembali menggema pada hari kedua Festival Ronthek Pacitan 2026. Di tengah semarak ribuan masyarakat yang memadati arena, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, tampak hadir membaur bersama jajaran Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Dengan penuh khidmat, ia mengikuti prosesi pembukaan dan turut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat sebelum pemberangkatan regu peserta dimulai. Kehadirannya menjadi simbol bahwa pendidikan dan kebudayaan merupakan dua unsur yang saling menguatkan dalam membangun karakter generasi bangsa.
Bagi Khemal Pandu, Festival Ronthek bukan sekadar pertunjukan seni. Event budaya yang telah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) itu merupakan ruang untuk merawat identitas, memperkuat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan dukungan kepada dua regu Ronthek yang mewakili satuan pendidikan, yakni dari jenjang SMK dan MAN. Baginya, keterlibatan pelajar dalam panggung budaya menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya mencetak prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter melalui pelestarian seni dan tradisi lokal.
Namun, ada alasan yang lebih personal di balik kehadirannya malam itu. Pejabat asal Kecamatan Nawangan tersebut secara khusus ingin menyaksikan penampilan Ronthek Ampel Gading, grup Ronthek yang berasal dari tanah kelahirannya.
Di tengah gemuruh tepuk tangan penonton, penampilan Ronthek Ampel Gading menghadirkan nuansa emosional tersendiri. Bukan hanya karena kualitas pertunjukannya, tetapi juga karena menjadi pengingat bahwa akar budaya selalu memiliki tempat istimewa di hati setiap anak daerah, ke mana pun pengabdiannya bermuara.
Festival Ronthek Pacitan 2026 pun kembali menegaskan diri sebagai panggung yang tidak hanya menampilkan kemegahan seni tradisi, tetapi juga mempertemukan rasa bangga, kecintaan terhadap kampung halaman, dan komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus zaman.(Red/yun).



