Bupati Pacitan Hadiri Malam Kedua Festival Ronthek 2026, Enam Grup Suguhkan Harmoni Budaya Penuh Pesona
"Orang nomor satu di Kabupaten Pacitan itu menyempatkan diri bersalaman dengan para tamu undangan sekaligus menyapa ribuan warga yang antusias memenuhi area pertunjukan"

Pacitan,JBM.co.id-Semarak Festival Ronthek Pacitan 2026 kian terasa pada malam kedua penyelenggaraan. Ribuan masyarakat memadati lokasi acara untuk menyaksikan kemegahan pertunjukan seni tradisi yang telah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN). Kehadiran Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, semakin menambah semarak perhelatan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat tersebut.
Mengenakan jaket berwarna krem yang dipadukan dengan celana berwarna gelap, Bupati tiba di arena festival dengan penuh kehangatan. Sebelum menempati kursi di panggung kehormatan, orang nomor satu di Kabupaten Pacitan itu menyempatkan diri bersalaman dengan para tamu undangan sekaligus menyapa ribuan warga yang antusias memenuhi area pertunjukan. Sapaan hangat tersebut disambut meriah oleh masyarakat yang hadir, mencerminkan kedekatan pemimpin daerah dengan warganya.
Malam kedua Festival Ronthek menjadi panggung bagi enam grup terbaik yang menampilkan kreativitas, kekompakan, serta kekayaan nilai budaya melalui irama ronthek yang berpadu dengan atraksi seni pertunjukan. Setiap penampilan menghadirkan warna tersendiri, menggambarkan semangat generasi muda dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Pacitan agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
Sesi pembuka diawali oleh perwakilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yakni Grup Ronthek Laskar Segara Wiyata, yang tampil energik dengan aransemen ritmis dan koreografi yang memukau. Penampilan tersebut kemudian dilanjutkan oleh perwakilan Madrasah Aliyah (MA), Grup Ronthek Pring Sejati, yang berhasil menghadirkan harmoni musik tradisional dengan sentuhan kreativitas generasi muda.
Selanjutnya, giliran para wakil kecamatan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kecamatan Nawangan tampil melalui Grup Ronthek Ampel Gading, disusul Kecamatan Tulakan dengan Grup Ronthek Sedaya Titah yang memukau lewat kekompakan para pemainnya. Dari Kecamatan Sudimoro, Grup Ronthek Argo Miling menyuguhkan penampilan yang sarat semangat dan kekuatan musikal, sementara penampilan penutup malam itu dipercayakan kepada Kecamatan Arjosari melalui Grup Ronthek Bergodho Turonggo Mudho, yang sukses menutup rangkaian pementasan dengan atraksi megah dan penuh energi.
Festival Ronthek bukan sekadar ajang kompetisi seni, melainkan ruang untuk merawat identitas budaya, memperkuat persaudaraan antarmasyarakat, sekaligus menjadi media edukasi bagi generasi muda agar terus mencintai dan melestarikan warisan leluhur. Melalui festival yang telah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara, Pacitan kembali menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik yang mampu menginspirasi sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.
Diiringi semangat kebersamaan yang terpancar sepanjang malam, Festival Ronthek 2026 kembali membuktikan bahwa denting ronthek bukan hanya irama pengiring pertunjukan, tetapi juga denyut kehidupan budaya yang terus hidup di hati masyarakat Pacitan.(Red/yun).




