BaliBeritaDaerahDenpasarEkonomiLingkungan HidupPariwisataPendidikan

PkM STIMI HANDAYANI: Lepas Tukik, Bersihkan Pantai Muntig Siokan Hingga Pelatihan Pokdarwis Perkuat Pendampingan Desa Wisata Sanur Kauh

Jbm.co.id-DENPASAR | Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar, diwakili oleh Kabag. Umum, Dr. Ir. Nyoman Bagus Suweta Nugraha, S.Kom, M.T., membuka secara resmi kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PkM) Tahun 2026 STIMI HANDAYANI di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Sabtu, 11 Juli 2026.

Kegiatan PkM STIMI Handayani melaksanakan Pelepasan Tukik ke pantai, bersih-bersih lingkungan pantai dan juga FGD (ceramah) yang diberikan kepada seluruh peserta.

Peserta PkM STIMI Handayani Denpasar berjumlah 125 orang terdiri dari 80 Mahasiswa STIMI HANDAYANI, 30 Dosen & Tendik STIMI HANDAYANI dan 10 Kepala Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta para undangan lainnya.

Foto: Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PkM) Tahun 2026 STIMI HANDAYANI melaksanakan Bersih-Bersih Pantai di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Sabtu, 11 Juli 2026.

Pada kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar, diwakili oleh Kabag. Umum, Dr. Ir. Nyoman Bagus Suweta Nugraha, S.Kom, M.T., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada STIMI HANDAYANI yang sudah konsisten melaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PkM).

Menurutnya, PkM STIMI HANDAYANI merupakan salah satu bentuk dari Pengabdian Tri Darma Perguruan Tinggi sebagai slogan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bahwa kampus harus mengacu menjadi Kampus Berdampak.

“Segala kegiatan yang dilaksanakan mempunyai dampak nyata bagi masyarakat,” kata Suweta Nugraha.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kegiatan ini terus berkembang, karena memang hal ini sebagai kegiatan yang menjadi luaran terhadap pelaksanaan pelaporan indikator kinerja utama dari Perguruan Tinggi.

Melalui gerakan Kampus Berdampak dan Aksi Nyata Sustainable Development Goals (SDGs), kampus tidak hanya mengejar reputasi akademik formal, melainkan fokus menyelaraskan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat untuk menyelesaikan masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan di lapangan.

“Laporan ini langsung disampaikan Perguruan Tinggi dan akan dimonitor oleh Kementerian. Nah, disini akan dicek bahwa bagaimana Perguruan Tinggi itu bisa aktif melaksanakan keilmuannya menjadi agen perubahan nyata dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama nanti bisa mendukung dari SDGs yang ada,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua STIMI Handayani Denpasar, Dr. Dra. Ni Ketut Karwini, M.M., menyatakan PkM STIMI HANDAYANI merupakan pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang terdiri dari Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan PkM.

Apalagi, Semboyan STIMI HANDAYANI memiliki semboyan “Satyam Vidyam Jayate” bermakna Kebenaran Ilmu Pengetahuanlah yang Jaya (Menang), bahwa dengan berlandaskan pada “Kebenaran Ilmu Pengetahuan” dan “Ilmu Pengetahuan Kebenaran”, maka niscaya akan jaya (unggul).

“PkM STIMI HANDAYANI sebagai salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu melaksanakan PkM disini di Pantai Muntig Siokan, Desa Sanur Kauh, Denpasar,” terangnya.

Lebih lanjut, Ni Ketut Karwini menyatakan PkM tahun 2026 ini bertujuan untuk melestarikan Lingkungan Hidup, dengan menjaga kebersihan di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan.

Selain itu, PkM juga sebagai penerapan nyata disiplin ilmu manajemen untuk meningkatkan kapasitas manajerial Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengelolaan Desa Wisata berkelanjutan, serta masyarakat Desa Sanur Kauh secara umum sebagai tindak lanjut atas kerjasama yang terjalin sangat baik selama ini dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) pantai Mertasari terhadap realisasi Merandum of Undestanding (MoU) dengan Pemerintah Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan.

Foto: Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar, diwakili oleh Kabag. Umum, Dr. Ir. Nyoman Bagus Suweta Nugraha, S.Kom, M.T., membuka secara resmi kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PkM) Tahun 2026 STIMI HANDAYANI di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Sabtu, 11 Juli 2026.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kegiatan PkM ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan kawasan pantai, sehingga dapat memperbaiki daya tarik wisata di kawasan Taman Inspirasi Muntig Siokan.

” Kami juga meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Kelompok Pengelola Desa Wisata yang kemudian diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung di kawasan Taman inspirasi Muntig Siokan, pantai Mertasari, yang dimiliki oleh Masyarakat Desa Adat, di Desa Sanur Kauh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar (YPHD), Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, SH., M.Hum., menyampaikan dipilihnya kegiatan PkM di Desa Sanur Kauh Sanur, karena desa ini diintruksikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjadi Desa Dampingan dari STIMI HANDAYANI.

Lebih lanjut, Radendra Suastama menyatakan STIMI HANDAYANI mendapat tugas dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam bentuk perjanjian dan keputusan, pada 2021 pada saat Menteri Sandiaga Uno.

“Kick off kami ikut di Jakarta dan kemudian syukurlah bahwa pada waktu itu, kami termasuk Kampus 14 Terbaik di Indonesia sebagai Pendamping Desa Wisata. Jadi, Desa yang kami dampingi adalah Desa Sanur Kauh, sehingga itu tidak sekedar kami melakukan kewajiban saja, tetapi juga melaksanakan satu perintah dari Negara,” tegasnya.

Selain itu, Radendra Suastama menyatakan kegiatan PkM merupakan kewajiban STIMI HANDAYANI sebagai Tri Darma Perguruan Tinggi.

Selain itu, pihaknya berupaya meningkatkan kualitas dari pendampingan. Tak hanya pelatihan saja, pihaknya bakal lebih intens bertemu dengan Pokdarwis secara rutin terkait persoalan yang dihadapi, sehingga STIMI HANDAYANI bisa berkontribusi nyata buat Desa Wisata Sanur Kauh Sanur.

“Disisi lain ada potensi yang begitu bagus, tapi manajemen yang mungkin harus dioptimalkan,” tandasnya.

Selain pelepasan tukik dan bersih-Bersih pantai, pihaknya juga melakukan pelatihan peningkatan kapasitas manajerial dalam pengelolaan Desa Wisata Sanur Kauh Denpasar.

Setelah menerima teori di bangku kuliah, mahasiswa bisa menerapkan praktek di lapangan.

“Adik-adik mahasiswa yang kebetulan punya mata kuliah itu juga mereka melihat bahwa bagaimana kita memberikan ilmu yang praktis kepada pelaku disini. Biasanya kami berikan kepada anggota Pokdarwis berjumlah 25 orang, tapi ada kegiatan bersamaan, maka ketua-ketua saja yang Kita minta, nanti bahannya bisa di-foward ke mereka untuk pelatihan,” kata Radendra Suastama.

Tak hanya itu, pihaknya juga melihat ada hal-hal yang perlu diperbaiki diluar akses gerbang wajah Desa Wisata.

 Selain itu, lanjutnya pot-pot yang ditaruh di sepanjang sungai sudah mengalami kerusakan, sehingga pihaknya bakal melakukan restorasi.

“Dulu selalu ada nama STIMI HANDAYANI sepanjang sungai ini. Sekarang, karena tergerus cuaca dan sebagainya sudah pada buram, nanti akan ditempel lagi dibawah kaki pot itu akan di-prade lagi nama STIMI HANDAYANI,” kata Radendra Suastama.

Bahkan, Wakil Bendesa Desa Adat Intaran, Ida Bagus Anom Windu menyatakan pihaknya sangat mendukung penuh kegiatan PkM STIMI HANDAYANI sebagai pendamping Desa Wisata.

Apalagi, sekarang Desa Adat mulai menata sekaligus mengikuti segala acara Desa Wisata.

“Kami sudah merangkum dalam hal Desa Wisata. Kami juga berterima kasih kepada STIMI HANDAYANI sudah sangat pro aktif dalam kegiatan seperti ini,” kata Anom Windu.

Selain itu, Ketua Pokdarwis Desa Wisata Sanur Kauh Denpasar I Nyoman Sumerdana menyatakan kegiatan pariwisata di Desa Sanur Kauh sangat memerlukan promosi, karena tanpa promosi semua akan hilang.

“Jadi, dengan promosi memperkenalkan tempat ini tentunya akan memberikan dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat pelaku pariwisata,” kata Nyoman Sumerdana.

Dengan adanya promosi, maka kegiatan di Desa Wisata bakal tertata baik untuk menjadi besar, yang konsisten berfokus pada kearifan lokal Bali.

“Kondisi disini dulu tidak seperti ini sebagai dampak yang kami terima. Jadi, sekarang kondisi lebih baik dengan adanya destinasi wisata seperti saat ini di Muntig Siokan melalui peran Desa Adat,” paparnya.

Mengenai jumlah kunjungan wisatawan, Nyoman Sumerdana menegaskan kunjungan wisatawan selalu bertambah dari awalnya cuma 50 orang, yang saat ini jumlah kunjungan mencapai 150 orang per hari.

“Itu wisatawan datang kesini. Apalagi ditambah sekarang ada kegiatan seperti ini dari STIMI HANDAYANI sebagai pendamping kami. Itu jumlah kunjungan bertambah lagi,” pungkasnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button