“Satyam Eva Jayate” Tampilkan Teater Kolosal Sang Proklamator di Bali Bikin Ruang Edukasi Sejarah Buat Generasi Muda

Jbm.co.id-DENPASAR | DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali akan menggelar puncak Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 pada 6 Juni mendatang melalui pementasan seni musik dan teater kolosal yang mengangkat perjalanan hidup Sang Proklamator, Soekarno di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi sejarah kebangsaan bagi generasi muda.
Mengusung tema “Satyam Eva Jayate artinya Pada Akhirnya Kebenaran yang Akan Menang”, pagelaran tersebut akan menghadirkan dramatik perjalanan hidup Bung Karno sejak sebelum kelahirannya hingga akhir hayatnya.
Koordinator Kegiatan, I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan mengatakan pementasan akan dikemas dalam bentuk teater sejarah yang menampilkan perjuangan Bung Karno dalam membangun bangsa Indonesia.
“Dalam pementasan ini akan dimunculkan bagaimana situasi sebelum Bung Karno lahir, gejolak bangsa saat itu, kemudian masa kecil Bung Karno, perjuangannya mendirikan PNI, ditahan Belanda, pidato 1 Juni 1945 tentang lahirnya Pancasila, hingga menjadi Presiden Republik Indonesia,” kata Koordinator Kegiatan, I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan di Denpasar, Rabu, 27 Mei 2026.
Selain menampilkan perjalanan perjuangan Bung Karno, pertunjukan juga akan mengangkat berbagai dinamika sejarah nasional, termasuk peristiwa G30S dan situasi politik yang dihadapi Bung Karno menjelang akhir hidupnya.
“Semua itu kami tampilkan sebagai satu rangkaian perjalanan hidup Bung Karno yang penuh nilai perjuangan sampai lahirnya bangsa Indonesia,” kata Alit Kelakan yang juga Anggota DPR RI Dapil Bali.
Pementasan kolosal ini memadukan unsur teater, musik, tari, multimedia, serta tata cahaya teatrikal dengan melibatkan kolaborasi lintas seniman Bali. Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman edukatif sekaligus emosional bagi masyarakat, khususnya kalangan muda.
Tak hanya pertunjukan seni, panitia juga menghadirkan special photobox bertema Bulan Bung Karno yang dapat digunakan masyarakat secara gratis selama acara berlangsung.
Wakil Koordinator kegiatan, Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., menjelaskan bahwa photobox tersebut dirancang untuk mendekatkan nilai sejarah Bung Karno dengan budaya visual generasi saat ini.
“Photobox ini gratis untuk masyarakat yang hadir saat pagelaran seni Bung Karno. Kami ingin generasi muda lebih dekat dengan sosok Bung Karno melalui konsep yang kreatif dan kekinian,” kata Made Supartha yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali.
Photobox itu mengusung konsep vintage dengan nuansa perjuangan Bung Karno serta dilengkapi template bertema nasionalisme yang dapat langsung dibagikan ke media sosial.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Bali, Ida Bagus Made Kresna Dana menegaskan bahwa Bulan Bung Karno memiliki makna historis penting karena bulan Juni menjadi momentum lahirnya Bung Karno sekaligus lahirnya Pancasila.
“Bung Karno lahir di bulan Juni, Pancasila lahir di bulan Juni, dan ketokohan serta warisan pemikiran beliau harus terus dilanjutkan oleh generasi muda. Karena itu dalam perayaan ini kami banyak mengundang anak-anak muda, tokoh muda, hingga BEM mahasiswa,” paparnya.
Menurutnya, konsep pertunjukan seni dan photobox sengaja dikemas agar lebih mudah diterima generasi muda tanpa menghilangkan nilai sejarah perjuangan Bung Karno.
“Salah satu daya tarik bagi generasi muda adalah bagaimana kita menghubungkan nilai perjuangan Bung Karno dengan budaya hari ini. Dari photobox juga kami ingin membangun pemahaman baru tentang Bung Karno,” ujarnya.
Melalui Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026, DPD PDI Perjuangan Bali berharap semangat nasionalisme, gotong royong, keberanian melawan ketidakadilan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil tetap hidup di tengah generasi penerus bangsa. (ace).



