Gejolak Timur Tengah Menggema hingga Pacitan: Harga Plastik Melambung, Pelaku Usaha Kecil Menjerit
"Kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi biasa"

Pacitan,JBM.co.id-Riak konflik global di kawasan Timur Tengah ternyata tak hanya mengguncang panggung internasional, tetapi juga merambat hingga ke sudut-sudut ekonomi lokal. Di Kabupaten Pacitan, dampaknya terasa nyata melalui lonjakan harga plastik yang kian tak terkendali.
Sri, seorang pelaku usaha kuliner tradisional, menjadi salah satu yang merasakan langsung tekanan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan harga yang signifikan.
“Pokoknya semua jenis plastik berubah harga,” ujarnya, Selasa (21/4/2026), dengan nada getir.
Kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi biasa. Plastik jumbo yang lazim digunakan sebagai pelapis tempat sampah atau kemasan laundry, misalnya, kini melonjak lebih dari dua kali lipat. Dari harga semula Rp 25 ribu per pak (isi 50 lembar), kini harus ditebus dengan Rp 52 ribu per pak.
Tak hanya itu, plastik khusus yang tahan santan, minyak, dan bahan kimia, yang umum dipakai untuk kemasan minuman, juga mengalami lonjakan. Untuk ukuran 13×30 mm, harga yang sebelumnya Rp 7 ribu per pak kini merangkak naik menjadi Rp 11 ribu.
Kondisi ini jelas menambah beban bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada bahan kemasan tersebut. Sri pun tak bisa menyembunyikan keluhannya. “Wes kojor pokoe wong cilik,” ucapnya lirih, menggambarkan betapa berat tekanan yang kini harus ditanggung masyarakat kecil.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa keterkaitan ekonomi global dan lokal semakin erat. Ketika konflik terjadi di belahan dunia lain, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh pelaku usaha kecil di daerah, bahkan hingga ke harga plastik yang tampak sederhana namun krusial bagi roda ekonomi sehari-hari.(Red/yun).



