BeritaDaerahEkonomiHukum dan KriminalLingkungan HidupPariwisataPemerintahanPendidikanPolriSosial

Bayang-Bayang Gelap di Surga Pesisir: Mendesaknya Polisi Pariwisata di Pantai Pancer Door Pacitan. Kenapa?

"Area yang seharusnya menjadi ruang rekreasi keluarga itu kini kerap disalahgunakan"

Pacitan, JBM.co.id-Pesona pantai selatan yang selama ini menjadi kebanggaan Kabupaten Pacitan kini mulai ternodai oleh fenomena sosial yang meresahkan. Kawasan Pantai Pancer Door, yang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan lokal hingga mancanegara, tengah menghadapi tantangan serius terkait keamanan dan ketertiban.

Sejak ditetapkan sebagai kawasan terbuka publik tanpa retribusi tiket masuk, kecuali biaya parkir yang relatif kecil, akses menuju pantai ini memang semakin mudah. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul persoalan baru yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Berdasarkan pantauan di lapangan, area yang seharusnya menjadi ruang rekreasi keluarga itu kini kerap disalahgunakan. Aktivitas konsumsi minuman keras hingga dugaan praktik hiburan malam liar mulai marak terjadi. Bahkan, insiden perkelahian yang dipicu persoalan sepele hingga perebutan pemandu lagu sempat mencoreng ketenangan kawasan tersebut.

Tak berhenti di situ, kejadian yang lebih mengkhawatirkan pun pernah terjadi, seorang individu dilaporkan menyakiti dirinya sendiri di area loket penjagaan, memecahkan gelas dan melukai tubuhnya hingga darah berceceran. Peristiwa ini menjadi sinyal keras bahwa pengawasan di kawasan wisata tersebut sangat lemah.

Kondisi ini memantik keprihatinan berbagai pihak, termasuk pemerhati wisata setempat, Muhammad Mujahid. Ia menilai kehadiran Polisi Pariwisata bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjadi urgensi.

“Sudah saatnya Polisi Pariwisata diaktifkan di Pacitan, khususnya di destinasi-destinasi ramai seperti Pancer Door,” ujarnya, Ahad (19/4/2026).

Menurutnya, keberadaan aparat khusus di sektor pariwisata tidak hanya berfungsi menjaga keamanan, tetapi juga menciptakan rasa nyaman bagi wisatawan serta melindungi citra daerah sebagai tujuan wisata unggulan.

Warga sekitar pun kini berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, mereka merasakan langsung dampak negatif dari aktivitas yang menyimpang. Namun di sisi lain, mereka masih menunggu langkah konkret dari aparat penegak hukum untuk melakukan penertiban secara tegas dan berkelanjutan.

Fenomena ini menjadi peringatan penting bahwa pengelolaan destinasi wisata tak cukup hanya dengan membuka akses seluas-luasnya. Diperlukan sistem pengawasan yang kuat, regulasi yang tegas, serta kehadiran aparat yang sigap di lapangan.

Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin kemanan dan kenyamanan Pantai Pancer Door yang selama ini menjadi magnet wisata justru berubah menjadi titik rawan yang merusak citra pariwisata Pacitan secara keseluruhan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button