BadungBaliBeritaDaerahPemerintahan

SMSI Badung Siapkan Edukasi Literasi Digital Sasar 200 Peserta Fokus Transaksi Online Aman

Jbm.co.id-BADUNG | Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung bakal menggelar Literasi Digital sebagai upaya menekan risiko penipuan dan kesalahan transaksi digital.

Melalui edukasi bertema “Tips Aman Bertransaksi Online” sebanyak 200 peserta akan dibekali pemahaman praktis menghadapi persoalan transaksi digital yang kian marak.

Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM, generasi Z, hingga milenial yang kini semakin bergantung pada sistem pembayaran digital seperti QRIS.

Namun dibalik kemudahan tersebut, masih banyak masyarakat yang belum memahami risiko yang dapat terjadi saat bertransaksi.

Ketua SMSI Badung, Nyoman Sarmawa menegaskan bahwa literasi ini hadir sebagai solusi atas kebingungan masyarakat, khususnya pedagang tradisional, dalam menghadapi kendala transaksi digital.

“Selama ini banyak pedagang di pasar kurang paham transaksi digital. Kalau ada kendala seperti saldo terpotong tapi transaksi gagal, mereka bingung harus bagaimana. Kegiatan ini solusinya,” kata Nyoman Sarmawa, saat rapat finalisasi persiapan bersama Tim Panitia SMSI Badung di Kantor Sekretariat Bersama SMSI Provinsi Bali, Jumat, 17 April 2026.

Kegiatan Literasi Digital SMSI Badung bakal digelar di Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Selasa, 21 April 2026 pukul 08.00 WITA.

Dari total 200 peserta, terdiri atas 100 pelaku UMKM, 50 Gen Z dan 50 milenial.

Materi yang disampaikan difokuskan pada persoalan nyata di lapangan, mulai dari cara mengatasi transaksi gagal meski saldo terpotong, menghadapi gangguan jaringan saat pembayaran hingga mengenali dan menghindari barcode QRIS palsu atau tertukar.

Sejumlah pakar keuangan akan hadir memberikan pemaparan, yakni Nyoman Indra Pranata dari BPD Bali, Anak Agung Ngurah Surya dari OJK Provinsi Bali, serta Zetra Les Saputra dari Bank Indonesia Perwakilan Bali.

 Diskusi akan dipandu oleh Ngurah Dibia yang juga menjabat Sekretaris SMSI Provinsi Bali.

Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja, turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan literasi digital menjadi bukti nyata peran aktif SMSI dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di era digital.

“Saya ingin SMSI setiap kabupaten di Bali, bisa hidup dan aktif. Ini kebanggaan kita dan pembeda dengan organisasi lain. Secara kegiatan, SMSI paling aktif,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris SMSI Provinsi Bali Ngurah Dibia menilai edukasi ini penting untuk melindungi pelaku UMKM dari potensi kerugian akibat minimnya pemahaman teknologi.

“Banyak pelaku UMKM masih gagap teknologi pakai QRIS dan rawan kena barcode palsu. Lewat literasi ini mereka bisa tercerahkan dan lebih hati-hati bertransaksi,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Badung, OJK, Bank Indonesia, serta BPD Bali sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat keamanan transaksi digital di masyarakat. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button