Gubernur Koster Salurkan Bantuan Rp129 Juta Buat SD 5 Banjar dan Dana Kepedulian bagi 66 Siswa

Jbm.co.id-BULELENG | Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan Gubernur Bali Wayan Koster saat mengunjungi SD 5 Banjar di Kabupaten Buleleng, Senin, 30 Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyalurkan bantuan senilai Rp129 juta untuk perbaikan sekolah sekaligus memberikan dana kepedulian kepada 66 siswa.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Mahayadnya, Ketua Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali I Made Supartha, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, jajaran Disdikpora serta BPBD Kabupaten Buleleng.
Suasana hangat terasa ketika Gubernur Koster berdialog langsung dengan para siswa. Ia meminta anak-anak mengangkat tangan sesuai jenjang kelas masing-masing, sebelum kemudian membagikan kisah masa kecilnya yang penuh keterbatasan.
“Dulu waktu saya sekolah, kondisi kami sangat sederhana. Rumah berlantai tanah, makan pun seadanya nasi jagung, nasi keladi, bahkan apa adanya” kata Gubernur Koster.
Cerita tersebut menjadi pesan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Menurutnya, pengalaman hidup justru menjadi kekuatan untuk terus berjuang dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan itu, sebanyak 66 siswa menerima bantuan masing-masing Rp1 juta. Dana tersebut ditujukan untuk kebutuhan sekolah seperti membeli buku, tas, dan pakaian sekolah. “Gunakan untuk beli buku, tas, baju sekolah. Jangan dipakai untuk hal yang tidak perlu,” pesannya.
Selain bantuan kepada siswa, Pemerintah Provinsi Bali juga mengalokasikan dana Rp129 juta untuk memperbaiki sarana dan prasarana SD 5 Banjar. Bantuan tersebut meliputi perbaikan fasilitas belajar, pengadaan meja, kursi, serta perangkat pendukung pendidikan lainnya.
Gubernur Koster mengatakan dirinya pernah melihat langsung kondisi sekolah tersebut yang sebelumnya rusak dan kurang layak digunakan. Meski sempat memperoleh bantuan sekitar Rp30 juta, kondisi sekolah dinilai masih membutuhkan perhatian lebih besar.
Menurutnya, bantuan yang diberikan berasal dari dana gotong royong Pemerintah Provinsi Bali yang memang disiapkan untuk membantu masyarakat, termasuk memperbaiki fasilitas publik yang tidak layak. “Kalau ada yang tidak layak, kita bantu. Supaya jadi bagus, supaya anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” ungkapnya.
Gubernur Koster juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan nyaman agar siswa semakin semangat belajar.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Bali tidak hanya difokuskan pada sektor pariwisata, tetapi juga pada pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Bagi Gubernur Koster, masa depan Bali berada di tangan generasi muda yang harus didukung dengan fasilitas belajar yang layak. (red).




