Jelang Lebaran 1447 H, Pemkab Pacitan Perketat Distribusi LPG 3 Kg Demi Stabilitas Harga
"Selama periode menjelang hingga tujuh hari setelah Idul Fitri (H+7), pangkalan dilarang menyalurkan LPG 3 kg kepada pengecer "

Pacitan,JBM.co.id-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pacitan mengambil langkah tegas dengan memperketat distribusi LPG 3 kilogram bersubsidi. Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 510/734/408.43/2026 sebagai upaya menjaga ketersediaan stok sekaligus memastikan penyaluran tepat sasaran.
Sekretaris Daerah Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, menegaskan bahwa LPG 3 kg merupakan komoditas bersubsidi yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro. “Karena itu, pengawasan distribusinya harus dilakukan secara ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berhak,”ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Pemerintah juga menginstruksikan seluruh pangkalan LPG untuk mengutamakan kebutuhan warga di sekitar wilayahnya. Bahkan, selama periode menjelang hingga tujuh hari setelah Idul Fitri (H+7), pangkalan dilarang menyalurkan LPG 3 kg kepada pengecer. Kebijakan ini diambil untuk mencegah praktik penimbunan serta menghindari lonjakan harga di tingkat konsumen.
Sementara itu, pelaku UMKM masih diperbolehkan membeli LPG bersubsidi, namun dengan batas maksimal tiga tabung. “Jika kebutuhan melebihi jumlah tersebut, mereka diarahkan untuk beralih menggunakan LPG non-subsidi ukuran 5,5 kg atau 12 kg,” jelasnya.
Selain pengaturan distribusi, pangkalan juga diwajibkan menjual LPG sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Mereka diminta menjaga ketersediaan stok serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, agen LPG turut diberi tanggung jawab untuk mengawasi penyaluran di pangkalan binaannya guna memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan.
Melalui langkah ini, Pemkab Pacitan berharap distribusi LPG bersubsidi dapat lebih tepat sasaran, sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi bagi masyarakat selama momentum Lebaran.(Red/yun).




