Inflasi Pacitan Capai 1,30 Persen di Minggu Pertama Maret 2026, Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama
"Sejumlah komoditas relatif stabil, seperti minyak goreng, minyakita, daging sapi, dan pisang"

Pacitan,JBM.co.id-Kabupaten Pacitan mengalami inflasi sebesar 1,30 persen pada minggu pertama Maret 2026 berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang diolah dari BPS. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras, menjadi penyumbang terbesar inflasi pada periode tersebut.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan Ayub Setia Budi mengatakan bahwa lonjakan harga komoditas pangan tersebut masih menjadi faktor dominan dalam pergerakan inflasi daerah.
“Pada minggu pertama Maret 2026, IPH Kabupaten Pacitan tercatat mengalami inflasi sebesar 1,30 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi adalah cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Ayub menjelaskan, secara posisi nasional, IPH Pacitan berada di peringkat 66, sementara di tingkat Provinsi Jawa Timur berada di urutan ke-10. Di kawasan Pulau Jawa, Pacitan menempati peringkat ke-29 dari seluruh kabupaten/kota yang dipantau.
Menurutnya, secara tren indikator harga, terdapat beberapa catatan penting dari perkembangan IPH tahun 2026. IPH tahunan (year on year/y-on-y) Februari 2026 tercatat sebesar 1,85 persen, sedangkan IPH tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar -0,48 persen. Sementara itu IPH bulanan (month to month) Februari mencapai 4,73 persen.
“Jika dilihat dari perkembangan bulanannya, IPH Februari mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 4,73 persen, sedangkan sampai dengan minggu pertama Maret inflasi tercatat 1,30 persen,” jelasnya.
Ayub juga memaparkan bahwa secara mingguan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga dibandingkan rata-rata harga pada Februari 2026. Komoditas tersebut antara lain beras, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, dan gula pasir.
Sementara itu sejumlah komoditas relatif stabil, seperti minyak goreng, minyakita, daging sapi, dan pisang. Di sisi lain terdapat komoditas yang mengalami penurunan harga, yakni cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan jeruk.
“Pergerakan harga komoditas pangan masih cukup dinamis. Oleh karena itu pemerintah daerah terus melakukan pemantauan harga serta koordinasi dengan instansi terkait agar inflasi tetap terkendali,” kata Ayub.
Ia menambahkan bahwa pemantauan harga dilakukan melalui sistem SP2KP Disdagnaker serta koordinasi rutin dengan pasar dan distributor untuk memastikan ketersediaan pasokan.
Pemerintah Kabupaten Pacitan juga terus mendorong langkah stabilisasi harga, terutama menjelang periode meningkatnya permintaan masyarakat, sehingga fluktuasi harga tidak berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.(Red/yun).




