BadungBaliBeritaDaerahPendidikanSeni Budaya

Parade Ogoh-Ogoh SDN 2 Sibangkaja Berikan Edukasi Budaya Bali Ditengah Era Gadget

Jbm.co.id-BADUNG | Parade Ogoh-Ogoh melibatkan siswa Sekolah Dasar berlangsung meriah di SD Nomor 2 Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu, 7 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Bali sejak usia dini sekaligus mendukung proses pembelajaran di sekolah.

Foto: Parade Ogoh-Ogoh melibatkan siswa Sekolah Dasar berlangsung meriah di SD Nomor 2 Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu, 7 Maret 2026.

Parade Ogoh-Ogoh tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Koordinator Wilayah (Kakorwil) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kecamatan Abiansemal, I Ketut Widya.

Kegiatan ini juga melibatkan Korwil, aparat Desa Sibangkaja, Komite Sekolah, para Kelian Adat, serta Kelian Lingkungan yang turut mendukung terselenggaranya acara budaya tersebut.

Dalam sambutannya, I Ketut Widya menyampaikan apresiasi atas kreativitas para siswa yang mampu menghasilkan karya ogoh-ogoh meski masih berusia sekolah dasar.

“Hal ini sebagai suatu hal kegiatan yang mendukung proses pembelajaran. Ini sebagai suatu tradisi untuk mempertahankan tradisi kita,” kata Ketut Widya.

Ketut Widya menambahkan, perkembangan zaman membuat proses pembuatan ogoh-ogoh semakin modern. Namun demikian, nilai-nilai budaya dan spiritual tetap menjadi bagian penting dari tradisi tersebut.

“Pembelajaran ini sangat kolaborasi. Disini sangat mendukung Kurikulum Merdeka sebagai nilai-nilai Pancasila itu tetap ditanamkan, yaitu ada kerjasama dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” paparnya.

Menurutnya, dalam proses pembuatan ogoh-ogoh, anak-anak belajar bekerja sama sekaligus memahami nilai spiritual yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bali.

“Dulu saat kita SD disuruh buat prakarya terbuat dari bahan-bahan organik, misalnya dari bambu, tapi sebelum kegiatan dilaksanakan, kita disuruh untuk nunas ica ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Itu artinya kita tetap ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, termasuk kegiatan Parade Ogoh-Ogoh di SD Nomor 2 Sibangkaja,” urainya.

Sementara itu, Perbekel Desa Sibangkaja, Ni Nyoman Rai Sudani mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, parade ogoh-ogoh menjadi sarana penting untuk mengenalkan budaya Bali kepada generasi muda.

“Satu hal yang sangat membanggakan kita, kalau bukan kita berikan pengetahuan untuk melestarikan budaya lokal kepada anak-anak kita, siapa lagi yang patut melestarikan budaya Bali,” kata Rai Sudani.

Kepala Sekolah SD Nomor 2 Sibangkaja, Ni Nyoman Suweni, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa persiapan parade ogoh-ogoh dilakukan melalui workshop bersama Sanggar Pancar Langit dan seniman ogoh-ogoh Bali, Marmar Herayukti pada 23 Januari 2026.

“Setelah itu, kami lakukan praktek langsung anak-anak persiapan pembuatan Ogoh-Ogoh dan latihan tari-tarian yang mendukung Parade Ogoh-Ogoh yang kami laksanakan kurang lebih selama satu bulan,” kata Nyoman Suweni.

Nyoman Suweni menambahkan, kegiatan ini bertujuan membangkitkan minat anak-anak untuk mengenal dan melestarikan budaya lokal Bali di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Supaya budaya kita tidak punah, karena banyak anak-anak yang terkena pengaruh gadget pada zaman sekarang ini. Jadi, kami mengambil kebijakan dengan melihat situasi seperti ini untuk melestarikan budaya lokal dengan mengadakan kegiatan Parade Ogoh-Ogoh,” terangnya.

Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap tradisi ogoh-ogoh tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian penting dari identitas budaya Bali. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button